TREN.BISNISMARKET.COM - Amerika Serikat (AS) belakangan ini menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai adanya dugaan penyusup atau pengkhianat yang membocorkan informasi sensitif teknologi kepada Tiongkok. Kecurigaan ini muncul seiring dengan temuan pelanggaran sanksi ekspor yang dilakukan oleh entitas tertentu yang masih melanjutkan aktivitas bisnis dengan Beijing.
Isu ini menjadi sorotan utama dalam serangkaian pertemuan tingkat tinggi yang diadakan oleh Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dengan para pemimpin senior dari perusahaan-perusahaan besar di Belanda. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menelusuri bagaimana teknologi krusial dapat sampai ke Tiongkok di tengah pembatasan ekspor yang diberlakukan Washington.
Salah satu fokus utama kekhawatiran AS adalah mesin litografi extreme ultraviolet (EUV) yang diproduksi oleh ASML, perusahaan teknologi Belanda yang memiliki hubungan erat dengan ekosistem teknologi AS. Kekhawatiran muncul bahwa mesin canggih ini mungkin telah berhasil mencapai Tiongkok meskipun ada larangan ekspor.
ASML telah memberikan bantahan tegas mengenai dugaan pengiriman mesin EUV tersebut ke wilayah Tiongkok. Mereka menegaskan bahwa teknologi vital tersebut tidak pernah dikirimkan ke sana, termasuk modul atau peralatan spesifik lainnya yang dirancang untuk mesin EUV.
Perusahaan pembuat chip tersebut juga menggarisbawahi bahwa pengoperasian mesin EUV memerlukan perawatan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh teknisi perusahaan. Hal ini menjadi salah satu lapisan pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi canggih tersebut oleh pihak ketiga.
Mesin litografi EUV merupakan perangkat yang sangat kompleks, digunakan untuk mencetak sirkuit chip dengan presisi tinggi. Alat ini memiliki dimensi setara bus sekolah dan bobot mencapai 180 ton, menjadikannya aset strategis yang sulit dipindahkan tanpa terdeteksi.
"ASML tidak pernah mengirimkan mesin EUV ke China dan tidak pernah mengirimkan komponen modul atau peralatan apapun yang didesain khusus untuk digunakan dalam mesin EUV ke China," kata juru bicara ASML dalam keterangan resminya kepada Bloomber, dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2026).
Sebelumnya, telah beredar informasi bahwa ilmuwan Tiongkok tengah menggarap proyek pengembangan prototipe mesin EUV mereka sendiri, yang disebut mirip dengan 'Proyek Manhattan' pada era pengembangan senjata nuklir. Proyek ini melibatkan tim yang terdiri dari mantan engineer ASML.
Dilansir dari Reuters pada Desember lalu, sumber menyebutkan bahwa mesin buatan Tiongkok tersebut sudah mampu beroperasi dan menghasilkan sinar extreme ultraviolet. Namun, pada saat itu, mesin tersebut belum berhasil memproduksi chip yang berfungsi secara penuh.