TREN.BISNISMARKET.COM - Pergantian pucuk pimpinan terjadi di PT PLN (Persero) menyusul adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026. Dalam agenda penting tersebut, terjadi penyesuaian nomenklatur dan penempatan posisi strategis di jajaran direksi.
Salah satu sorotan utama dalam RUPS tersebut adalah penunjukan Edwin Nugraha Putra sebagai Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan (Direktur T, E, dan K). Posisi baru ini diemban Edwin setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN.
Edwin Nugraha Putra secara resmi menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Evy Haryadi dalam jabatan Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan. Perubahan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat tata kelola internal.
"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola serta keberlanjutan transformasi perusahaan," demikian disampaikan oleh pihak PLN mengenai alasan pergeseran jabatan tersebut. Langkah ini dinilai krusial dalam menghadapi dinamika industri ketenagalistrikan saat ini.
Perusahaan listrik negara tersebut menekankan bahwa penyesuaian struktur ini juga bertujuan untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi yang semakin menantang. Hal ini menandakan fokus PLN pada inovasi teknologi dan praktik berkelanjutan ke depan.
Mengenai latar belakang Edwin Nugraha Putra, beliau lahir di Pematang Siantar pada tanggal 23 Juli 1969. Pendidikan tingginya dimulai dengan meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Sumatera Utara, sebelum melanjutkan studi magister di luar negeri.
Edwin juga memperdalam keilmuannya dengan mengambil gelar Master Informasi Teknologi di University of Abertay Dundee, Skotlandia. Latar belakang akademis yang kuat ini menjadi modal penting dalam memimpin divisi teknis strategis PLN.
Karier Edwin di PLN sendiri sudah terbilang panjang, menunjukkan dedikasi dan pengalamannya di perusahaan energi milik negara tersebut. Ia memulai karir di PLN sebagai general manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah pada periode 2015 hingga 2019.
Setelah itu, Edwin dipercaya memimpin Pusat Pengatur Beban sebagai general manager pada tahun 2019. Selanjutnya, ia menjabat sebagai executive vice president electricity system planning dari tahun 2020 hingga 2022, sebelum akhirnya menempati posisi direksi.