TREN.BISNISMARKET.COM - Kebijakan industrialisasi atau hilirisasi komoditas mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia kini menunjukkan hasil nyata, terlihat dari peningkatan kontribusi sektor industri dibandingkan sektor pertambangan semata.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba periode Januari hingga April 2026 telah mencapai angka signifikan sebesar Rp48,95 triliun, menegaskan dampak positif program hilirisasi terhadap kas negara.
Data terbaru dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM menunjukkan tren positif ini berlanjut, di mana hingga pertengahan Mei 2026, total PNBP sektor tersebut telah menyentuh sekitar Rp56 triliun, tumbuh 6,21% secara tahunan.
Penguatan industri pengolahan mineral nasional ini ditopang oleh sejumlah smelter yang tergabung dalam ekosistem MIND ID, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menempati posisi sebagai salah satu penopang utama dalam upaya tersebut.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan komitmen penuh perusahaan untuk menerima dan menjalankan semua penugasan khusus dari pemerintah guna mempercepat program hilirisasi nikel dan pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
"Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, ANTAM tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga mendukung penguatan kemandirian industri nasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global," ungkapnya, dikutip Kamis (11/6/2026).
Penugasan strategis ini mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel secara menyeluruh, mulai dari kegiatan penambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, hingga fasilitas refinery, prekursor, katoda, battery cell, dan daur ulang baterai (battery recycling).
Pelaksanaan penugasan ini akan dilaksanakan melalui kemitraan antara ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan HYD Investment Limited, sebuah konsorsium kuat yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.
Untung Budiharto menekankan bahwa pengembangan ekosistem terintegrasi ini diharapkan membawa manfaat luas bagi perusahaan dan negara, seperti peningkatan nilai tambah sumber daya mineral nasional dan perluasan sumber pendapatan Perseroan.