TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar perangkat komputasi Indonesia kini kedatangan pemain baru dari lini produk Apple, yaitu MacBook Neo. Laptop ini telah resmi tersedia untuk dibeli langsung oleh konsumen melalui jaringan distributor resmi Apple Authorized Reseller (AAR) di seluruh negeri.
Ketersediaan unit MacBook Neo sudah dapat terpantau baik di gerai fisik maupun platform penjualan daring milik mitra resmi seperti iBox, Digimap, Blibli, dan Hello Store. Konsumen kini dimudahkan karena tidak perlu lagi melalui mekanisme pemesanan awal atau pre-order untuk mendapatkan perangkat ini.
Perangkat ini diposisikan sebagai opsi laptop Apple yang paling ramah di kantong saat ini, menandai perubahan strategi pasar di segmen entry-level. MacBook Neo pertama kali diperkenalkan kepada publik global pada bulan Maret 2026 lalu.
Langkah Apple dalam membekali laptop modern ini dengan prosesor turunan ponsel pintar, yakni chip A18 Pro, menjadi sorotan utama. Keputusan ini berbeda dibandingkan lini MacBook Air dan MacBook Pro yang secara konsisten menggunakan chip seri M.
Peluncuran komersial di Indonesia dipusatkan melalui sebuah pameran besar yang diselenggarakan oleh Erajaya di Mal Kota Kasablanka. Acara ini berlangsung mulai tanggal 22 hingga 24 Mei 2026, menandai dimulainya penjualan massal perangkat ini.
Selama periode pameran tersebut, pihak iBox memberikan penawaran menarik berupa diskon harga mulai dari Rp9,9 juta, bebas cicilan hingga dua bulan, serta bonus proteksi perangkat selama satu tahun penuh. Hal ini bertujuan untuk menarik minat konsumen awal.
"Kami sangat antusias untuk secara resmi menghadirkan MacBook Neo kepada pelanggan di Indonesia, khususnya melalui jaringan iBox sebagai Apple Premium Reseller," kata Joy Wahyudi, CEO Erajaya Digital, dalam acara peluncuran yang diadakan di Jakarta pada hari Jumat (22/5/2026).
"Produk ini menjadi pilihan yang menarik bagi semakin banyak konsumen yang mencari performa tinggi, desain premium, serta harga yang lebih terjangkau dalam satu perangkat," tambah beliau.
MacBook Neo ditujukan untuk menargetkan segmen pasar pelajar, pengguna yang baru pertama kali memasuki ekosistem Mac, serta konsumen kasual yang membutuhkan perangkat untuk tugas komputasi sehari-hari.