TREN.BISNISMARKET.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan mengenai stabilitas pendanaan untuk program Bahan Bakar Nabati (BBN) atau B50.

Hal ini disampaikan di tengah dinamika pasar global yang menunjukkan tren kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang kini melampaui angka rata-rata US$90 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia yang signifikan ini, menurut Bahlil, tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan dana pembiayaan yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

"Menyangkut dengan subsidi dari BPDP dengan harga minyak yang di atas rata-rata US$90 per barel ICP, itu kita tidak ada persoalan di BPDPKS termasuk dengan B50," ujar Bahlil kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri ESDM pada hari Selasa, 28 Juli 2026, di lingkungan Istana Merdeka, Jakarta.

Beliau mengungkapkan harapannya agar keseimbangan antara pasokan minyak, fluktuasi harga, dan alokasi dana pembiayaan dapat terus terjaga secara stabil di masa mendatang.

Keberlanjutan program B50 ini sangat bergantung pada pengelolaan dana yang efektif dari BPDP, terutama dalam menghadapi volatilitas harga komoditas energi global.

Dengan adanya konfirmasi dari Menteri ESDM, pelaku industri dan masyarakat dapat bernapas lega terkait pasokan bahan bakar nabati yang terjangkau.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, jaminan ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.