TREN.BISNISMARKET.COM - Amerika Serikat (AS) melayangkan tudingan serius terhadap China terkait dugaan praktik pencurian teknologi kecerdasan buatan (AI). Kementerian Perdagangan China merespons dengan tegas, menyebut tindakan AS sebagai bentuk 'hegemoni AI'.

Beijing menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasionalnya. "Untuk setiap tindakan yang menyebabkan kerugian substansial pada kepentingan China, China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah secara tegas," demikian disampaikan juru bicara kementerian, dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2026).

Sebelumnya, AS mengancam akan memberlakukan serangkaian tindakan balasan, termasuk penyelidikan mendalam, sanksi ekonomi, dan pembatasan perdagangan. Tudingan utama adalah China menggunakan metode "distilasi model" untuk meniru teknologi AI milik Amerika.

Teknik distilasi model AI adalah sebuah metode pelatihan di mana pengembang memanfaatkan keluaran (output) dari model yang lebih canggih untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan sistem AI lainnya.

Permasalahan ini mencuat setelah perusahaan Moonshot AI yang berbasis di Beijing merilis produk terbarunya, Kimi K3. Peluncuran ini memicu perdebatan sengit di kalangan pembuat kebijakan di Washington terkait dugaan peniruan yang dilakukan oleh perusahaan China tersebut.

Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, secara spesifik menyatakan kekhawatiran pemerintahnya. Ia menyebutkan bahwa Moonshot diduga mengembangkan Kimi K3 dengan memanfaatkan model Claude Fable 5 milik perusahaan Anthropic, dan pemerintah AS telah mengantongi informasi terkait tuduhan tersebut.

Selain dugaan peniruan model, Moonshot juga dituduh telah mengakuisisi server yang dilengkapi chip Nvidia GB300. Akses terhadap server ini diduga dilakukan di Thailand, dengan tujuan agar perusahaan tersebut dapat melatih model AI terbarunya secara efektif.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut memberikan penegasan mengenai potensi sanksi yang akan dihadapi perusahaan-perusahaan China. Ia menyatakan bahwa sanksi akan dipertimbangkan jika terbukti melakukan pencurian teknologi.

"Saat perusahaan-perusahaan China melakukan penyulingan terselubung berskala industri yang melewati batas hingga pencurian kekayaan intelektual, sanksi dan pemblokiran masuk dalam Daftar Entitas (Entity List) akan dipertimbangkan," jelas Scott Bessent.