TREN.BISNISMARKET.COM - Manajemen PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi dan kabar yang beredar di media sosial mengenai isu repo saham perusahaan beserta saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian di tengah gejolak pasar yang terjadi belakangan ini.
Klarifikasi ini muncul sebagai respons langsung terhadap rumor yang menyebutkan adanya potensi margin call yang menimpa Barito Group akibat tekanan penurunan harga saham yang diagunkan. Isu ini menimbulkan kekhawatiran signifikan di kalangan investor dan pasar modal.
Dilansir dari Investor Daily, manajemen BRPT menyatakan bahwa seluruh fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham yang dimiliki perusahaan dikelola dengan sangat hati-hati. Pengelolaan ini dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian yang ketat.
Manajemen menegaskan bahwa proses pengelolaan fasilitas pembiayaan selalu mempertimbangkan berbagai skenario risiko yang mungkin terjadi, dan ini dilakukan secara terukur. Hal ini bertujuan untuk memitigasi potensi dampak negatif terhadap perusahaan.
Lebih lanjut, penjaminan saham yang dilakukan oleh Barito Pacific juga telah dilengkapi dengan mekanisme khusus. Mekanisme ini dirancang secara spesifik untuk meredam atau memitigasi terjadinya volatilitas yang tidak terduga di pasar modal.
"Pembiayaan dan penjaminan saham juga mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur. Penjaminan saham juga mencakup mekanisme dalam memitigasi terjadinya volatilitas pasar," demikian tertulis dalam keterangan resmi manajemen BRPT pada Kamis (21/5/2026).
Pihak internal perusahaan juga menegaskan komitmen mereka untuk secara disiplin menjaga rasio margin serta posisi likuiditas perusahaan. Penerapan disiplin ini disesuaikan dengan prinsip manajemen risiko yang baik dan telah diterapkan secara konsisten.
Mengenai fluktuasi harga saham yang terjadi baru-baru ini, manajemen menilai pergerakan harga tersebut adalah bagian alami dari dinamika pasar modal. Mereka menekankan bahwa fundamental bisnis dan operasional Barito Pacific beserta seluruh anak usahanya saat ini masih dalam kondisi yang solid.
Kabar mengenai margin call ini mulai mencuat setelah harga saham yang diagunkan mengalami penurunan signifikan. Sebelumnya, saham TPIA dilaporkan sempat menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) pada hari itu, melemah 14,6 persen ke posisi Rp2.270.