TREN.BISNISMARKET.COM - Perhatian publik di Taiwan tertuju pada Jensen Huang, CEO dan pendiri Nvidia, setelah ia melakukan aksi unik di sebuah pasar malam pada Rabu, 27 Mei 2026. Aksi tersebut melibatkan pembelian jagung bakar di mana ia memilih untuk menanggung biaya semua pembeli yang sedang mengantre.

Peristiwa ini menjadi viral setelah terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun X bernama @CryptoMaster_70. Video tersebut menunjukkan momen ketika Huang berinteraksi langsung dengan penjual jagung bakar yang tampak terkejut sekaligus senang atas kehadiran tokoh penting teknologi global tersebut.

Dalam upaya untuk mengkompensasi waktu tunggu pelanggan yang terganggu akibat kedatangannya, Jensen Huang memutuskan untuk membayar lunas semua pesanan yang ada dalam antrean. Setelah itu, ia sempat memberikan pujian atas cita rasa hidangan tersebut.

Salah satu pernyataan yang diucapkan Jensen Huang saat itu adalah, "Saya bayari semua orang, tapi saya boleh jadi yang ambil pertama," seperti yang terekam dalam video tersebut.

Tindakan memotong antrean ini secara otomatis memicu perdebatan sengit di kalangan pengguna media sosial. Sebagian warganet memilih untuk melontarkan kritik tajam, mempertanyakan penggunaan hak istimewa yang dimiliki oleh seorang miliarder.

Salah satu komentar kritis yang muncul di platform X menyatakan, "Orang yang benar-benar terdampak adalah mereka yang sudah berdiri lama di antrean. Kenapa uangnya diberikan ke penjual dan bukannya ikut mengantre saja?" ujar salah satu netizen.

Namun, di sisi lain, banyak juga warganet yang membela tindakan CEO Nvidia tersebut, menganggapnya sebagai cara yang efisien bagi seorang miliarder untuk berbagi rezeki kepada masyarakat lokal. Mereka melihatnya sebagai solusi yang adil dalam situasi tersebut.

Komentar pembelaan datang dari netizen lain yang berpendapat, "Bro, dia bisa membeli seluruh pasar malam itu jika dia mau. Menraktir semua orang adalah solusi yang adil dan jenius," kata netizen lainnya.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian menceritakan bahwa interaksi yang terjadi sangatlah hangat. Ia menyaksikan bagaimana Jensen Huang langsung mendekati gerobak dagangan dan berbincang akrab tanpa perlu pengamanan yang ketat.