TREN.BISNISMARKET.COM - Perbankan Indonesia kini tengah dihantui kekhawatiran akan ketatnya likuiditas. Situasi ini diperparah oleh kebijakan BI-Rate yang terus merangkak naik, mencapai 5,75% dan telah terakumulasi kenaikan 100 basis poin sepanjang tahun 2026.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan bahwa biaya pendanaan bagi perbankan kini mengalami peningkatan. Hal ini merupakan konsekuensi dari kebijakan suku bunga acuan serta berbagai program pemerintah yang dijalankan.
"Biaya dana sekarang meningkat, bank-bank mengeluh kekeringan likuiditas. Ini karena adjustment policy yang memang harus dipastikan dalam jangka menengah. Khususnya terkait pelayanan pada program-program pemerintah," kata Anggito Abimanyu saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat Perbanas di Perbanas Institute Jakarta, pada Selasa (28/7/2026).
Kondisi ini secara langsung berdampak pada margin bunga bank (NIM) yang kini dikabarkan tertekan. Lebih lanjut, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menjadi tulang punggung likuiditas bank, tercatat mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.
Data terkini dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa penghimpunan DPK pada Juni 2026 hanya mampu mencapai Rp9.718,8 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,1% secara tahunan (year-on-year), yang jelas lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 10,8% secara tahunan.
Sementara itu, catatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menampilkan gambaran serupa. NIM perbankan hingga Mei 2026 tercatat sebesar 4,36%, mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang berada di angka 4,56%.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) turut merasakan tantangan likuiditas yang sedang terjadi. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengakui bahwa pihaknya terus berupaya menjaga likuiditas di tengah situasi yang memang cukup menantang.
"Pastilah terasa. Itu tantangan lah, itu bagian dari seni sebagai bankers kan," ujar Hirwandi Gafar usai Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS di Perbanas Institute Jakarta, pada Selasa (28/7/2026).
"Jadi cukup menantang juga, ya itulah bagaimana seorang bankers bisa manage itu. Kuncinya bankers kan bagaimana dia bisa manage dari sisi aset maupun dari sisi liability," lanjutnya.