TREN.BISNISMARKET.COM - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa belakangan ini telah menimbulkan keresahan mendalam di kalangan pelaku usaha nasional. Gangguan pasokan energi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat rantai produksi, distribusi barang, serta menimbulkan ketidakpastian dalam operasional perusahaan secara keseluruhan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, mengonfirmasi bahwa isu pemadaman listrik ini menjadi perhatian utama para pengusaha di Indonesia. Apindo telah menerima banyak masukan dari anggota yang beroperasi di berbagai kawasan industri mengenai tantangan yang dihadapi.
"Memang terdapat kekhawatiran, terutama karena gangguan atau pemadaman listrik dapat menghambat proses produksi, menunda penyelesaian pesanan, mengganggu jadwal pengiriman, serta menambah biaya operasional," ungkap Shinta saat dihubungi pada Minggu (21/6/2026).
Pemadaman Listrik Berulang di Jawa Ancam Stabilitas Iklim Investasi Sektor Manufaktur Nasional
Dampak yang ditimbulkan oleh pemadaman tidak sebatas menghentikan aktivitas produksi sesaat; bagi sektor industri yang memerlukan proses berkelanjutan, kerugiannya dapat jauh lebih besar. Perusahaan harus menanggung biaya ekstra akibat pengaktifan kembali mesin dan penggunaan sumber daya cadangan.
Biaya tambahan tersebut mencakup pengeluaran untuk restart mesin, konsumsi bahan bakar tambahan untuk generator set (genset), hingga potensi kerugian atas bahan baku yang rusak saat listrik padam. Keterlambatan pemenuhan kontrak dengan pembeli juga menjadi risiko nyata apabila gangguan ini terjadi secara repetitif.
Shinta menjelaskan bahwa sektor-sektor yang paling rentan terhadap situasi ini adalah mereka yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan kontinyu untuk menjaga operasional mereka tetap berjalan lancar.
Selain industri skala besar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menghadapi risiko signifikan karena keterbatasan modal. Banyak UMKM tidak memiliki kapasitas finansial untuk menyediakan sistem kelistrikan cadangan ketika terjadi pemadaman mendadak.
"Akibatnya, gangguan listrik berpotensi menekan produktivitas usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah," jelas Shinta.
Menanggapi hal ini, Apindo mendesak pemerintah agar segera mencari solusi permanen sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional. Evaluasi mendalam terhadap seluruh aspek sistem energi dinilai sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya gangguan serupa di masa depan.