TREN.BISNISMARKET.COM - FTSE Russell, lembaga pengelola indeks global, telah mengumumkan langkah signifikan terkait saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dengan kode emiten DSSA. Keputusan ini melibatkan penghapusan saham perusahaan dari perhitungan indeks triwulanan kategori Large Cap untuk FTSE Global Equity Index Series.
Langkah korporasi ini diambil setelah adanya penilaian bahwa emiten tersebut memiliki masalah High Shareholder Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi. Konsentrasi kepemilikan yang tinggi seringkali menjadi pertimbangan utama bagi pengelola indeks dalam menjaga likuiditas dan representasi pasar.
Penyesuaian yang dilakukan oleh FTSE Russell dalam tinjauan triwulanan ini dijadwalkan untuk mulai berlaku efektif pada hari Senin, 22 Juni 2026. Semua perubahan terkait komposisi indeks tersebut akan diimplementasikan secara resmi setelah penutupan perdagangan pada hari Jumat, 19 Juni 2026.
Sebelum keputusan dari FTSE Russell ini dikeluarkan, saham DSSA ternyata juga telah mengalami nasib serupa di indeks lain. Emiten yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas ini sebelumnya juga telah dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
Dikeluarkannya DSSA dari MSCI Global Standard Index terjadi bersamaan dengan lima emiten Indonesia lainnya, dan penetapan tersebut akan diterapkan setelah penutupan perdagangan pada tanggal 29 Mei 2026. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang lebih luas pada saham tersebut di mata para pengelola indeks internasional.
Kondisi di lantai bursa mencerminkan sentimen negatif yang menyertai perkembangan ini, di mana pergerakan saham Dian Swastatika Sentosa hampir selalu terpantau berada di zona merah. Periode penuh gejolak ini diidentifikasi berlangsung sejak 21 April 2026 hingga 22 Mei 2026.
Selama periode observasi tersebut, saham DSSA dilaporkan hanya berhasil menguat sebanyak dua kali, yaitu saat sesi perdagangan tanggal 7 Mei dan 12 Mei saja. Performa yang cenderung melemah ini menjadi indikasi adanya tekanan jual yang signifikan di pasar.
Lebih lanjut, nilai saham DSSA dilaporkan mengalami penurunan drastis mencapai 80,40% dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Penurunan tajam ini dikonfirmasi juga diiringi oleh aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang tercatat mencapai Rp 874,83 miliar.
Dilansir dari Investor Daily, "Penyesuaian pada tinjauan triwulanan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Senin, 22 Juni 2026," mengenai tanggal implementasi perubahan indeks oleh FTSE Russell.