TREN.BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan, khususnya yang berbasis mata uang asing (valas). Pemantauan intensif ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika dan potensi volatilitas yang terjadi di pasar keuangan global saat ini.
Lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut mencatatkan adanya pertumbuhan signifikan pada DPK valuta asing (valas) sepanjang tahun berjalan. Secara tahunan hingga April 2026, DPK valas berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 10,87 persen.
Pertumbuhan ini tercermin di seluruh segmen penghimpunan dana valas yang dilakukan oleh bank-bank. Komponen giro valas mengalami kenaikan tahunan sebesar 3,15 persen, sementara tabungan valas menunjukkan peningkatan tajam hingga 23,21 persen (yoy).
Lebih lanjut, instrumen deposito valas juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan sebesar 22,00 persen secara tahunan pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan adanya minat besar nasabah terhadap penempatan dana dalam mata uang asing.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi bahwa porsi DPK valas terhadap total DPK memang menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun 2026. Tren ini menunjukkan pergeseran preferensi penempatan dana oleh masyarakat.
"Namun demikian, peningkatan DPK valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15%-16%," kata Dian Ediana Rae dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (24/5).
Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa lonjakan terbesar dalam porsi dana asing ini sebagian besar terpusat pada instrumen deposito. Kondisi ini dipicu oleh strategi bank-bank besar yang menawarkan suku bunga deposito valas yang sangat kompetitif untuk menarik dana masuk.
"Dengan tujuan antara lain sebagai insentif bagi eksportir yang menempatkan dananya di dalam negeri,” jelas Dian Ediana Rae mengenai motivasi pemberian suku bunga menarik tersebut.
Dilansir dari Media Indonesia, secara agregat, akumulasi total DPK pada April 2026 tercatat tumbuh sebesar 11,39 persen secara tahunan. Meskipun demikian, denominasi rupiah masih mendominasi struktur simpanan perbankan nasional.