TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa Jalan Tol Serpong-Balaraja akan segera menambah dua akses baru yang vital bagi kelancaran lalu lintas. Akses baru yang dimaksud adalah Simpang Susun Industri dan On/Off Ramp Raya Serpong.

Menurut informasi yang dibagikan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), kedua fasilitas baru ini sedang dalam tahap krusial, yaitu Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Tahap ini bertujuan untuk memverifikasi apakah semua aspek teknis, keselamatan, dan operasional telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Dilansir dari akun Instagram resmi BPJT pada Rabu (8/6/2026), proses ULFO tersebut menghasilkan rekomendasi penyempurnaan yang harus ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). "Melalui proses ini, tim pemeriksa memberikan rekomendasi penyempurnaan yang akan ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Jalan Tol sebelum akses tersebut dapat difungsikan," tulis BPJT.

Pemerintah kemudian meminta PT Trans Bumi Serbaraja, sebagai BUJT pengelola tol, untuk segera melengkapi sejumlah sarana dan prasarana pendukung sebelum kedua akses tersebut dapat diresmikan pengoperasiannya.

Beberapa poin penyempurnaan yang menjadi fokus pemerintah mencakup peningkatan perlengkapan jalan dan sistem gerbang tol. Hal ini meliputi penyesuaian rambu, pembaruan marka jalan, serta kelengkapan fasilitas pendukung di gerbang tol (GT).

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan aspek keselamatan jalan secara keseluruhan. Peningkatan ini juga mencakup perbaikan kondisi fisik jalan, sistem drainase, serta penataan menyeluruh di area jalan tol tersebut.

BPJT menegaskan bahwa pembukaan akses baru ini akan terealisasi segera setelah semua catatan perbaikan terpenuhi dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Setelah seluruh rekomendasi dipenuhi dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Simpang Susun Industri dan On/Off Ramp Raya Serpong pada Jalan Tol Serpong - Balaraja dapat dioperasikan," tambah BPJT.

Sebagai informasi tambahan, Tol Serbaraja ini dibangun dalam tiga seksi dengan total investasi mencapai Rp14,37 triliun dan biaya konstruksi sekitar Rp6,17 triliun. Seksi I mencakup BSD–Legok (9,3 km), Seksi II Legok–Tigaraksa Selatan (11,5 km), dan Seksi III Tigaraksa Selatan–Balaraja (18,6 km).

Pembangunan ruas tol ini merupakan inisiasi swasta untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperluas jaringan jalan bebas hambatan di wilayah tersebut. Konsorsium pembangunannya melibatkan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) selaku pemegang saham mayoritas dengan porsi 50%.