TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia mencatat adanya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp196,5 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. Angka defisit ini setara dengan 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Meskipun realisasi belanja negara tercatat lebih besar dibandingkan dengan total penerimaan negara, otoritas fiskal mengklaim bahwa kondisi keuangan negara masih berada dalam koridor yang aman dan terkendali. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum resmi di ibu kota negara.
Defisit tersebut terkonfirmasi berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada parlemen. Data menunjukkan penerimaan negara terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun selama periode Januari hingga Juni 2026.
Sementara itu, total belanja negara yang dibukukan hingga akhir semester I/2026 mencapai angka yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp1.656 triliun. Perbedaan antara pengeluaran dan pemasukan inilah yang membentuk defisit fiskal tersebut.
Pernyataan resmi mengenai situasi fiskal disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa meskipun terdapat defisit, posisi keuangan negara tetap terjaga dengan baik. "Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Dari sisi penerimaan, kinerja sektor perpajakan menjadi penopang utama dengan pertumbuhan yang positif. Realisasi penerimaan pajak berhasil menyentuh angka Rp1.035,7 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 24,6% secara tahunan (year on year/yoy).
Selain pajak, penerimaan negara juga didukung oleh sektor kepabeanan dan cukai yang mencatatkan pertumbuhan 3,4% secara tahunan, menghasilkan realisasi sebesar Rp152 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berkontribusi besar dengan catatan Rp271 triliun, atau tumbuh 21,6% dari semester I/2025.
Di sisi belanja, komponen pengeluaran terbesar berasal dari belanja pemerintah pusat yang terealisasi mencapai Rp1.298,6 triliun, meningkat 29,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran total negara sendiri mencapai Rp1.656 triliun.