TREN.BISNISMARKET.COM - PT Dayamitra Telekomunikasi (Persero) Tbk, yang dikenal dengan kode saham MTEL, telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025. Total dana yang akan dibagikan mencapai Rp2,08 triliun, setara dengan Rp25,6 per lembar saham.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah dilaksanakan pada 30 Juni 2026. Manajemen perusahaan menyampaikan informasi ini melalui keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 6 Juli 2026.

Adapun tanggal penting yang harus dicatat oleh investor adalah Rabu, 8 Juli 2026, yang ditetapkan sebagai tanggal cum date dividen. Tanggal cum date ini menjadi batas akhir bagi pemegang saham yang ingin memastikan namanya tercatat untuk menerima pembayaran dividen tersebut.

Investor yang berhak menerima dividen tunai ini wajib terdaftar secara resmi dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perusahaan. Pencatatan DPS ini akan dilakukan pada penutupan perdagangan hari Kamis, 10 Juli 2026, tepatnya pukul 16.15 WIB.

Secara rinci, jadwal pembayaran dividen yang telah ditetapkan oleh Mitratel dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2026. Tanggal ini menandai realisasi pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham.

Pembagian dividen tunai senilai Rp2,08 triliun tersebut merefleksikan rasio pembayaran (payout ratio) sebesar 98% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025. Mitratel berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,12 triliun pada periode tersebut, dengan pendapatan mencapai Rp9,53 triliun dan EBITDA Rp7,83 triliun.

Tingkat payout ratio 98% ini merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut dan termasuk salah satu yang tertinggi dalam sektor industri menara telekomunikasi. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil optimal sekaligus mempertahankan dana untuk investasi pertumbuhan jangka panjang.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyampaikan pandangannya mengenai hasil kinerja tahun buku 2025 dalam RUPST tersebut. Beliau menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari konsistensi strategi bisnis yang dijalankan.

"Pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis Perseroan yang dijalankan secara konsisten dengan tetap menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan investasi untuk pertumbuhan masa depan," ujar Theodorus Ardi Hartoko.