TREN.BISNISMARKET.COM - Kabar baik datang dari sektor Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia, seiring dengan pengajuan perluasan lahan oleh tiga KEK utama: Kendal, Gresik, dan Galang Batang. Keputusan ini didorong oleh tingginya komitmen investasi baru yang masuk, sementara ketersediaan lahan di kawasan tersebut mulai terbatas.

Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diterima Bisnis, KEK Kendal di Jawa Tengah mengusulkan penambahan lahan seluas 1.000 hektare (Ha), sehingga total luasnya menjadi 2.000 Ha dari batas saat ini 1.000 Ha berdasarkan PP No. 85/2019.

Sementara itu, KEK Gresik di Jawa Timur mengajukan perluasan lahan sebesar 1.260 Ha, yang akan meningkatkan total luasnya menjadi lebih dari 3.400 Ha dari luas eksisting 2.167 Ha sesuai PP 71/2021.

Di Kepulauan Riau, KEK Galang Batang mengusulkan penambahan lahan seluas 2.736,9 Ha, yang jika disetujui, akan menjadikan total luas kawasan tersebut mencapai 5.002 Ha dari batas awal 2.333,6 Ha berdasarkan PP 42/2017.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa usulan perluasan ketiga kawasan ini masih dalam tahap evaluasi dan pembahasan sesuai regulasi yang berlaku.

"Di tengah berbagai pertanyaan mengenai iklim investasi nasional, kawasan-kawasan industri utama di Indonesia justru mengalami tingginya tingkat pemanfaatan lahan sehingga membutuhkan ruang baru untuk mengakomodasi investasi yang terus berdatangan," ujar Susiwijono kepada Bisnis, Minggu (5/7/2026).

Pemerintah pada prinsipnya memberikan dukungan penuh terhadap ekspansi ini, sebagai upaya akselerasi realisasi investasi nasional, mengingat kebutuhan perluasan lahan ini menjadi indikasi kepercayaan investor.

Berdasarkan proyeksi Kemenko Perekonomian, ekspansi ketiga KEK ini berpotensi menarik investasi senilai Rp894,83 triliun dan menciptakan lebih dari 500.000 lapangan kerja baru.

Sebagai perbandingan, realisasi investasi di seluruh KEK sejak 2012 hingga 2025 baru mencapai Rp335 triliun dengan penyerapan 248.459 pekerja, menunjukkan besarnya potensi dampak proyeksi perluasan ini.