TREN.BISNISMARKET.COM - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) telah mengajukan usulan strategis kepada pemerintah agar porsi ayam dan telur diperbesar dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan penyerapan hasil peternakan domestik sekaligus menjadi solusi efektif untuk perbaikan gizi masyarakat Indonesia.
Usulan ini disampaikan sebagai upaya memastikan protein hewani dapat terpenuhi secara berkelanjutan bagi para penerima manfaat program MBG. Wakil Ketua Umum DPN HKTI Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, memaparkan potensi ekonomi yang sangat besar dari kebijakan ini.
Cecep memperkirakan bahwa jika usulan tersebut diimplementasikan, potensi penyerapan ayam dan telur melalui program MBG bisa mencapai angka 905.268 ton. Nilai ekonomi dari total penyerapan tersebut diproyeksikan menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp31,68 triliun sepanjang periode Juli hingga Desember 2026.
Salah satu poin penting dalam rekomendasi HKTI adalah mengembalikan penyediaan layanan MBG pada hari Sabtu, hari libur nasional, dan cuti bersama. Pada hari-hari tambahan tersebut, telur diusulkan menjadi sumber protein utama yang disajikan kepada penerima manfaat.
HKTI meyakini bahwa kebijakan perluasan hari layanan ini tidak hanya akan menjaga kesinambungan permintaan produk peternakan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap protein hewani berkualitas. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting nasional.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan HKTI, terdapat sekitar 30 hari yang meliputi 26 hari Sabtu, tiga hari libur nasional, dan satu hari cuti bersama dalam rentang waktu Juli sampai Desember 2026. Total penerima manfaat harian diproyeksikan mencapai 2,487 miliar penerima-manfaat-hari, dengan asumsi target 82,9 juta penerima per bulan.
"Apabila setiap penerima memperoleh dua butir telur pada hari-hari tersebut, kebutuhan mencapai 4,97 miliar butir atau sekitar 298,44 juta kg, setara 298.440 ton telur," ujar Cecep dalam keterangan tertulisnya pada Senin (6/7/2026).
Selain penambahan hari layanan, HKTI juga mengusulkan kepastian komposisi menu reguler MBG. Mereka meminta agar telur dimasukkan dua kali dalam sepekan dan ayam sebanyak tiga kali dalam sepekan pada menu harian.
"Kepastian frekuensi menu akan membantu perencanaan produksi, kontrak pasokan, distribusi, investasi, dan stabilisasi harga di tingkat peternak," ujarnya.