TREN.BISNISMARKET.COM - Para ahli meteorologi kini tengah menyoroti perkembangan signifikan di Samudra Pasifik yang berpotensi memicu fenomena iklim ekstrem. Pola El Nino yang semakin intensif ini dikhawatirkan dapat berkembang menjadi "Super El Nino" yang jarang terjadi, membawa konsekuensi cuaca tak terduga secara global.
Dampak yang mungkin timbul dari perkembangan ini sangat beragam dan berpotensi mengganggu stabilitas berbagai sektor. Ancaman utamanya meliputi periode kekeringan yang berkepanjangan, curah hujan dengan intensitas sangat tinggi, serta gangguan serius pada sektor pangan, energi, dan sumber daya air.
Fenomena El Nino sendiri didefinisikan sebagai pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuator yang memiliki pengaruh besar terhadap sirkulasi atmosfer di seluruh dunia. Kenaikan anomali suhu laut yang semakin tinggi akan meningkatkan potensi perubahan drastis pada pola curah hujan dan temperatur regional.
Meteorolog dari National Weather Service AS, Jared Maples, mengamati bahwa pemanasan di Samudra Pasifik saat ini menunjukkan kekuatan yang substansial. Hal ini mendorong para peramal cuaca untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan terwujudnya El Nino yang berkekuatan sangat kuat.
"Yang ini datang dengan cukup kuat. Peramal cuaca juga sudah membahas kemungkinan terjadinya "Super" atau bahkan "Mega" El Nino," kata Jared Maples, dilansir Straight Arrow, Senin (6/7/2026).
Menurut Maples, fenomena yang sangat kuat ini berpotensi memicu perubahan cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan kondisi normal. Perubahan tersebut bisa berupa curah hujan sangat deras yang tiba-tiba, diikuti periode kekeringan yang berlangsung lebih lama.
Dilansir dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), perkembangan ini terjadi setelah fase La Nina pada musim dingin sebelumnya mengalami pergeseran menuju fase pemanasan yang terus meluas di kawasan Pasifik tropis.
Beberapa pengamatan menunjukkan bahwa kenaikan suhu laut terjadi dengan laju yang cukup cepat, sehingga meningkatkan peluang bagi terbentuknya El Nino dengan intensitas yang kuat. Kondisi ini mengingatkan pada peristiwa besar di masa lalu.
Secara historis, peristiwa El Nino besar seperti yang terjadi pada 1982–1983 dan 1997–1998 telah terbukti memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai negara. Contohnya adalah banjir besar di sebagian wilayah Amerika dan kekeringan parah di kawasan Pasifik barat.