TREN.BISNISMARKET.COM - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengaktifkan kembali fasilitas produksi biodiesel yang berlokasi di Rengat, Riau. Kapasitas produksi yang direncanakan untuk pabrik ini mencapai 600.000 ton per tahun.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengonfirmasi rencana ini saat memberikan keterangan di gedung DPR RI Jakarta pada hari Senin, 6 Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan plat merah tersebut.

"Kami akan melakukan re-aktivasi fasilitas produksi bio-diesel di Rengat, Riau, sebesar 600.000 ton," ujar Mohammad Abdul Ghani.

Reaktivasi pabrik ini didorong oleh keinginan perusahaan untuk mendukung program swasembada energi dan pangan nasional. Sebagai BUMN, Agrinas Palma memegang peran penting dalam pencapaian target pemerintah di sektor energi hijau.

"Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi karena ini sebenarnya hanya re-aktivasi saja," tutur Mohammad Abdul Ghani, menggarisbawahi bahwa prosesnya lebih bersifat pemulihan fasilitas lama.

Mengenai progres yang telah dicapai, Ghani menjelaskan bahwa studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk reaktivasi pabrik tersebut telah selesai dilaksanakan. Tahap selanjutnya yang akan segera dilakukan adalah proses tender.

"Tinggal mau saya tenderkan sebentar lagi. Itu perbaikan saja karena sudah rusak," sebut Mohammad Abdul Ghani terkait rencana tender perbaikan fasilitas pabrik yang sudah lama tidak beroperasi.

Investasi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kembali pabrik biodiesel dengan kapasitas 600.000 ton tersebut diperkirakan tidak terlalu besar. Ghani memaparkan estimasi biaya yang relatif terjangkau.

"Kapasitasnya 600.000 ton, biayanya murah tidak sampai Rp300 miliar," ujarnya.