TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia tengah aktif menjajaki peluang kerja sama strategis dengan India guna memperkuat sektor industri farmasi nasional. Langkah ini mencakup skema transfer teknologi dan pembukaan peluang pendirian fasilitas produksi obat di Tanah Air.
Langkah proaktif ini didorong oleh pengakuan atas keunggulan India sebagai salah satu produsen obat dengan harga yang sangat kompetitif di pasar global. Keinginan untuk meningkatkan kemandirian produksi ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan ganda, yaitu mempererat hubungan ekonomi bilateral sekaligus meningkatkan kapasitas industri farmasi Indonesia. Hal ini disampaikan usai mendampingi Presiden menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India.
"India kan produksi obatnya harganya luar biasa murah. Bapak Presiden bilang boleh enggak kerja sama sekaligus membantu mendekatkan perekonomian dan farmasi dengan India supaya bisa saling menguntungkan," ujar Budi Gunadi Sadikin usai pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026).
Fokus utama pemerintah, menurut Menkes Budi, tidak hanya terbatas pada pertukaran atau perdagangan produk obat jadi. Pemerintah secara serius menjajaki mekanisme transfer teknologi agar Indonesia mampu mencapai kemandirian dalam memproduksi obat-obatan esensial.
Salah satu opsi konkret yang sedang didiskusikan secara mendalam adalah pembangunan fasilitas pabrik farmasi di Indonesia. Opsi ini akan dilaksanakan dengan dukungan penuh alih teknologi dari mitra strategis India.
"Termasuk transfer teknologi, bikin pabriknya di sini," katanya merujuk pada rencana pengembangan fasilitas produksi lokal tersebut.
Mengenai status kesepakatan antara kedua negara terkait pembangunan pabrik ini, Menkes menjelaskan bahwa pembahasan masih berada pada tahap awal penjajakan potensi. Kepastian kesepakatan belum tercapai karena masih dalam proses penajaman kerangka kerja sama.
"Kita jajaki kalau bisa bikin pabriknya di sini," imbuh Budi Gunadi Sadikin terkait kelanjutan pembahasan pendirian pabrik tersebut.