TREN.BISNISMARKET.COM - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten yang dikenal sebagai produsen cetakan sarung tangan medis, secara resmi telah mengesahkan kebijakan pembagian dividen tahunan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk apresiasi korporasi terhadap para pemegang saham atas kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen sebesar Rp90 per saham ini disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mencerminkan kondisi keuangan perseroan yang dinilai sangat kokoh. Dilansir dari Suara, alokasi dana yang disiapkan untuk pembayaran dividen ini total mencapai angka Rp342 miliar.
Yang menarik, alokasi dana dividen tersebut merepresentasikan dividend payout ratio (DPR) sekitar 120 persen dari total laba bersih yang berhasil dibukukan perusahaan pada tahun berjalan. DPR yang melampaui 100 persen ini dimungkinkan berkat pemanfaatan akumulasi saldo laba ditahan yang dimiliki hingga tahun buku 2024.
Adanya pemanfaatan laba ditahan ini membuat saham MARK diproyeksikan akan tetap menarik bagi investor yang mencari imbal hasil (yield) tinggi. Struktur pembagian ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan keuntungan maksimal kepada investornya.
Direktur MARK, Ridwan, menjelaskan rincian pembagian dividen tersebut kepada publik. Dari total Rp90 per saham, porsi dividen interim tahap pertama dan kedua yang telah didistribusikan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp40 per saham.
Sehingga, sisa dividen tunai yang akan diterima oleh para investor pada pembagian kali ini adalah sebesar Rp30 per saham. Jumlah ini kemudian akan ditambah dengan dividen ekstra yang berasal dari laba ditahan, yakni sebesar Rp20 per saham.
Terkait jadwal, periode cum dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi telah ditetapkan jatuh pada tanggal 19 Mei 2026. Sementara itu, jadwal cum dividen untuk pasar tunai ditetapkan sedikit lebih lambat, yakni pada 21 Mei 2026.
"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi fundamental dan arus kas perseroan tetap sehat sehingga masih memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha ke depan," ujar Ridwan dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Seluruh proses pencairan dividen tunai dijadwalkan berlangsung secara serentak pada tanggal 10 Juni 2026, menandai penutupan rangkaian pembagian keuntungan tahun buku 2025.