TREN.BISNISMARKET.COM - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan adanya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di empat perusahaan besar di Indonesia. Ancaman ini dipicu oleh kondisi global yang memanas, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mengungkapkan temuan ini setelah melakukan kunjungan kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan serikat pekerja. Kunjungan tersebut bertujuan memetakan potensi dampak PHK akibat fluktuasi kurs mata uang dan ketegangan geopolitik.
"Kunjungan kerja ini untuk memastikan apakah ada potensi ancaman PHK terhadap perusahaan-perusahaan terdampak dengan fluktuasi kurs dan perang Iran melawan AS-Israel," kata Said dalam konferensi pers pada Minggu (21/6/2026).
Wilayah yang didatangi dalam penelusuran ini meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan beberapa perusahaan tengah menghadapi permasalahan serius yang berujung pada potensi PHK karyawan.
Menurut Said, persoalan ini muncul karena perang yang tidak kunjung usai antara Iran melawan AS dan Israel menyebabkan ketidakpastian global. Kondisi ini secara langsung memengaruhi produksi, terutama bagi perusahaan yang berorientasi ekspor atau sangat bergantung pada bahan baku impor.
"Hasil temuan tersebut memang benar akibat perang Iran lawan AS Israel tidak kunjung berhenti dan ketidakpastian dunia itu memengaruhi produksi, terutama bagi perusahaan yang berorientasi ekspor dan perusahaan di Indonesia dengan bahan bakunya impor. Perusahaan-perusahaan di kedua situasi ini lah yang terdampak," ujarnya.
Bagi sektor ekspor seperti produsen alas kaki atau garmen, penurunan permintaan dari pasar luar negeri menjadi kendala utama. Sementara itu, perusahaan yang mengandalkan impor bahan baku menghadapi kenaikan signifikan pada ongkos produksi mereka.
"Jadi perang ini memukul daya beli masyarakat dan memukul produksi dari perusahaan-perusahaan," ujar Said Iqbal.
Said menyatakan bahwa setelah mendapatkan temuan ini, pihaknya akan segera melaporkan situasi terkini kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Selain itu, laporan mengenai kondisi ketenagakerjaan ini juga akan disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).