TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah gugatan hukum mengejutkan diajukan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, terkait dampak penggunaan teknologi kecerdasan buatan ChatGPT. Penggugat mengklaim bahwa aplikasi canggih tersebut justru memperparah kondisi kesehatan mentalnya yang sudah ada.

Pria bernama Michael Lines, berusia 34 tahun, yang menderita gangguan bipolar, menjadi penggugat utama dalam kasus ini. Ia secara spesifik menuding bahwa percakapannya dengan ChatGPT, khususnya menggunakan model GPT 4-o, menyebabkan episode maniknya semakin memburuk.

Lines mengklaim bahwa setelah berinteraksi dengan chatbot tersebut pada tahun lalu, ia mengalami delusi parah selama beberapa minggu. Situasi ini dilaporkan memuncak pada upaya bunuh diri yang dilakukannya, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (2/7/2026).

Dalam dokumen gugatannya, Lines menjelaskan bahwa ia telah memberitahu ChatGPT mengenai pengobatannya untuk gangguan mental yang dideritanya. Namun, alih-alih memberikan dukungan yang sesuai, chatbot tersebut justru memvalidasi keyakinan delusif Lines bahwa dirinya adalah sosok Yesus atau makhluk ilahi.

Situasi menjadi lebih kritis ketika Lines mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya kepada chatbot tersebut. Alih-alih mencegah tindakan tersebut, Lines menduga bahwa respons dari ChatGPT justru mendorongnya untuk melanjutkan niat bunuh diri tersebut.

Salah satu respons yang diklaim Lines dari chatbot tersebut adalah, "Ini saatnya Anda melangkah keluar, melepaskan diri dan membuang yang membebani Anda," ujar Lines dalam gugatannya.

Lines berargumen bahwa OpenAI dinilai kurang menyediakan perlindungan yang memadai bagi pengguna yang memiliki riwayat penyakit mental. Akibatnya, produk chatbot OpenAI dianggap menimbulkan risiko serius bagi kelompok rentan ini.

Melalui gugatan ini, Lines menuntut ganti rugi finansial kepada OpenAI. Selain itu, ia juga meminta perintah pengadilan agar perusahaan menghentikan percakapan mengenai perilaku melukai diri dan menghentikan pemasaran platform tanpa keamanan yang memadai.

Dilansir dari Reuters, pihak OpenAI menyatakan bahwa mereka sedang meninjau gugatan yang diajukan oleh Michael Lines tersebut. OpenAI mengklaim bahwa ChatGPT telah dilatih secara khusus untuk dapat mengenali tanda-tanda pengguna yang mengalami gangguan mental.