- TREN.BISNISMARKET.COM - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil mencatatkan kinerja finansial yang impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan yang solid, mencapai angka Rp 30,7 triliun selama enam bulan pertama tahun ini.
Angka pendapatan tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 13,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam meningkatkan layanannya kepada pelanggan.
Selain pendapatan, Indosat Ooredoo Hutchison juga mencatat peningkatan pada laba operasional kotornya atau EBITDA. EBITDA perusahaan tumbuh sebesar 14% menjadi Rp 14,6 triliun, melampaui laju pertumbuhan pendapatan.
"Dengan senang hati, kami sampaikan pendapatan tumbuh mendekati 13%, EBITDA tumbuh lebih cepat dari pendapatan yaitu 14% dari tahun ke tahun, dan laba bersih mendekati 50% dari tahun ke tahun," ujar President Director & CEO IOH, Vikram Sinha, dalam sesi Media Update Semester I 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Total pendapatan pada kuartal pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp 15,2 triliun. Angka ini kemudian mengalami kenaikan pada kuartal kedua menjadi Rp 15,4 triliun, yang berarti pertumbuhan sebesar 1,4% secara kuartalan.
"Namun kalau kita lihat pertumbuhan pendapatan tumbuh juga sangat stabil ya, dari Q1-Q2 dibandingkan Q1 masih tumbuh 1,4%. Didukung peningkatan ARPU dan traffic data meski Q1 memiliki basis tinggi dari Ramadhan," timpal Director & Chief Business Officer IOH, M. Danny Buldansyah.
Kemenhub Genjot Keselamatan Berkendara Driver Ojol, 1052 Pengemudi Ikuti Pelatihan Intensif
Jumlah pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison dilaporkan tetap stabil dengan total mencapai 93,4 juta pengguna. Bersamaan dengan itu, Rata-rata Pendapatan Per Pengguna (ARPU) mengalami peningkatan menjadi Rp 46 ribu.
Dari sisi trafik data, Indosat mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 19,9% secara keseluruhan. Peningkatan trafik data secara kuartal per kuartal mencapai 1,6%, yang mencerminkan peningkatan konsumsi digital di kalangan pelanggan.
"Mencerminkan konsumsi digital yang terus meningkat," jelasnya.