TREN.BISNISMARKET.COM - Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja positif di penutupan perdagangan sesi pertama. Pergerakan pasar menunjukkan adanya optimisme meskipun aktivitas jual beli asing menunjukkan tren yang berbeda.
IHSG ditutup pada level 5.881,23 pada akhir sesi pertama tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 2,34% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya.
Namun, di tengah penguatan indeks acuan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan total nilai mencapai Rp2,75 triliun di seluruh pasar. Data transaksi menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara arus masuk dan keluar dana asing.
Secara rinci, nilai pembelian (foreign buy) oleh investor asing tercatat sebesar Rp6,32 triliun. Sementara itu, nilai penjualan (foreign sell) mencapai angka yang lebih besar, yaitu Rp9,08 triliun sepanjang sesi perdagangan tersebut.
Aktivitas penjualan bersih yang besar ini menandakan bahwa sejumlah investor asing memilih untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur mereka pada waktu tersebut. Hal ini terjadi di saat pasar secara keseluruhan sedang dalam tren positif.
Dilansir dari CNBC Indonesia, terdapat sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing selama sesi pertama perdagangan hari itu. Daftar ini memberikan gambaran mengenai emiten mana yang menjadi fokus aksi jual mereka.
Daftar sepuluh saham teratas yang paling banyak dijual asing meliputi Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan nilai Rp461,46 miliar, diikuti oleh Chandra Asri Pacific (TPIA) senilai Rp315,07 miliar. Tiga besar ditutup oleh Bank Central Asia (BBCA) yang dilepas senilai Rp279,71 miliar.
Selain itu, saham Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar jual asing dengan nilai Rp165,94 miliar, serta Aneka Tambang (ANTM) yang dilepas senilai Rp142,60 miliar. Daftar ini juga mencakup Bumi Resources (BUMI), Telkom Indonesia (TLKM), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
Meskipun terjadi aksi jual besar, terdapat juga saham yang justru menjadi incaran pembelian investor asing selama sesi satu. Sepuluh saham ini menunjukkan adanya minat beli yang berbeda dari sentimen jual yang mendominasi secara keseluruhan.