TREN.BISNISMARKET.COM - Modena Energy secara resmi meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kompleks industri PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis MNK, anak perusahaan PT Ancora Indonesia Resources Tbk., dalam mengadopsi energi terbarukan.
Peresmian PLTS atap ini menandai komitmen Modena Energy untuk mendorong pemanfaatan energi surya di sektor industri Tanah Air. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya.
"Semakin banyak pelaku industri mulai beralih ke PLTS karena tidak hanya memperkuat komitmen keberlanjutan, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang serta mendukung pasokan energi yang lebih stabil," ujar Agiya Fersya, Head of Modena Energy.
Sistem PLTS atap yang diimplementasikan menggunakan skema on-grid, yang berarti terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN. Energi surya yang dihasilkan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari.
Dengan skema ini, MNK dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik dari jaringan utama PLN. Hal ini memungkinkan operasional fasilitas industri tetap berjalan lancar tanpa gangguan pasokan energi.
Susilo Yuwono, General Manager Manufacture MNK, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal bagi Ancora untuk memperluas penerapan energi terbarukan di seluruh lini bisnisnya.
"Penggunaan PLTS Atap tidak hanya mendukung target net zero emission, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi energi dan menekan biaya listrik operasional," ungkap Susilo.
"Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi implementasi solusi energi bersih di seluruh unit usaha Ancora," tambahnya.
Berdasarkan Indonesia Solar Energy Outlook 2025, sektor industri menjadi kontributor terbesar dalam penambahan kapasitas PLTS Atap sepanjang tahun 2024. Hingga akhir Juli 2024, tercatat sekitar 104 MWp kapasitas PLTS Atap baru telah terpasang di sektor ini.