TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) secara aktif mengembangkan lini bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai fokus utama perusahaan ke depan. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam transisi energi nasional.
Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja, mengungkapkan bahwa ekspansi bisnis EBT menjadi prioritas utama bagi KEEN saat ini. Fokus ini diperkuat setelah perusahaan berhasil memenangkan tender proyek strategis.
Proyek penting yang baru saja dimenangkan oleh KEEN adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat 2 yang berlokasi di Sumatra Utara. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan proyek EBT lainnya.
Transparansi Kredit: Begini Cara Warga Cek Riwayat Pinjaman Mandiri Tanpa Melalui BI Checking
Saat ini, KEEN sedang melaksanakan studi kelayakan mendalam untuk dua jenis proyek energi terbarukan lainnya. Proyek-proyek tersebut mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Secara spesifik, studi kelayakan tersebut mencakup potensi pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas sebesar 10 Megawatt peak (MWp). Selain itu, terdapat juga pengembangan energi penyimpanan energi (storage) sebesar 8,4 Megawatt-hours (MWh).
Di samping upaya ekspansi proyek, KEEN juga menerapkan strategi mitigasi risiko untuk menghadapi tantangan eksternal. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian global.
Manajemen risiko tersebut meliputi upaya efisiensi operasional yang berkelanjutan dan penerapan strategi natural hedging. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah.
Lebih lanjut, perusahaan juga fokus pada manajemen risiko terkait proses konstruksi proyek-proyek EBT yang sedang berjalan maupun yang direncanakan. Langkah ini penting untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan sesuai anggaran.
Mengenai bagaimana strategi pengembangan proyek EBT di KEEN dirumuskan, informasi lebih detail dapat disimak melalui dialog eksklusif. Hal ini disampaikan dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia.