TREN.BISNISMARKET.COM - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami pelemahan signifikan sebesar 32,8% secara tahunan berjalan (year to date/ytd). Namun, kondisi ini tidak berlaku bagi emiten pertambangan yang berada di bawah naungan BUMN.
Fundamental emiten pertambangan milik negara ini dinilai sangat kuat, terbukti dari laporan keuangan yang menunjukkan kinerja solid dan konsisten positif sepanjang tahun buku 2025. Empat emiten utama yang tergabung dalam holding MIND ID adalah ANTM, PTBA, TINS, dan INCO.
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, menyampaikan bahwa capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi pasar. Menurutnya, kesuksesan ini bukan semata-mata disebabkan oleh kenaikan harga komoditas global.
"Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil," tutur Toto tertulis, dikutip Rabu, (10/6/2026).
Nafan Aji Gusta, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, turut menggarisbawahi soliditas fundamental emiten tambang BUMN tersebut. Ia menilai bahwa perusahaan mampu melampaui target tahunan yang ditetapkan, menandakan operasional perusahaan berjalan secara optimal.
"Belum lagi juga kontribusi dividen ke negara, walaupun juga ada kontribusi pajak loyalty ke negara, ini bisa menjadi sinyal yang positif dari sisi cashflow-nya sehat. Sehingga emiten dari MIND ID ini memiliki sustainability yang baik," ungkap Nafan saat dihubungi terpisah.
Secara rinci, segmen emas yang diwakili oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 106% dibandingkan dengan laba tahun berjalan 2024 yang tercatat Rp3,85 triliun.
Pertumbuhan laba ANTM didukung oleh peningkatan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp84,64 triliun di tahun 2025, naik dari Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya, dengan bisnis emas menyumbang sekitar 79% dari total penjualan.
Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan yang relatif stabil di angka Rp42,65 triliun, meskipun berada di tengah tekanan harga batu bara global.