TREN.BISNISMARKET.COM - Produsen perangkat teknologi asal Jakarta, Nothing, secara resmi mengumumkan pembatalan peluncuran seri CMF Phone terbaru yang seharusnya diluncurkan pada tahun ini. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap meningkatnya biaya produksi yang dipicu oleh lonjakan harga komponen vital.
CMF Phone selama ini dikenal sebagai lini produk smartphone yang menawarkan nilai tinggi dengan harga yang sangat terjangkau bagi konsumen. Namun, tekanan inflasi pada material telah membuat pengembangan lini produk ini menjadi tidak lagi ekonomis bagi perusahaan.
Hingga saat ini, lini CMF Phone baru terdiri dari dua model yang telah dirilis sebelumnya. Pengembangannya kini terhenti sementara karena kenaikan biaya material membuat anggaran pengembangan generasi berikutnya menjadi tidak sesuai dengan target harga jual CMF.
Co-founder Nothing sekaligus tokoh sentral dalam pengembangan seri CMF Phone, Akis Evangelidis, mengonfirmasi kabar pembatalan ini melalui unggahan di platform X miliknya. Konfirmasi ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi industri ponsel di tahun 2026.
"Kami sebenarnya sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori yang berada di level saat ini, kami tidak bisa membuat ponsel yang benar-benar terasa lebih maju dengan harga yang masih masuk akal untuk CMF. Karena itu, kami memutuskan untuk tidak meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini," ujar Evangelidis dalam unggahan di X, dikutip dari 9to5Google, Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut, Evangelidis menjelaskan dampak kenaikan harga komponen terhadap estimasi biaya produksi perangkat. Ia mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini telah menaikkan biaya operasional secara signifikan.
Dalam unggahan lanjutan, Evangelidis menguraikan bahwa jika Nothing memproduksi perangkat dengan spesifikasi yang identik dengan CMF Phone 2 Pro saat ini, biaya produksinya bisa melonjak sekitar 50% lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa stok CMF Phone 2 Pro telah lama habis dan sulit untuk diisi kembali. Hal ini diduga kuat berkaitan langsung dengan tingginya biaya material yang diperlukan untuk memproduksi perangkat tersebut di tengah kondisi pasar saat ini.
Keputusan Nothing menunda pengembangan CMF Phone terjadi hanya beberapa hari setelah CEO Nothing, Carl Pei, menyoroti isu komponen paling mahal dalam pembuatan smartphone. Carl Pei secara spesifik menunjuk memori RAM sebagai komponen yang paling membebani anggaran.