TREN.BISNISMARKET.COM - Gelombang restrukturisasi agresif kembali melanda sektor perbankan global, kali ini melibatkan bank multinasional terkemuka asal London, Standard Chartered. Bank tersebut secara resmi mengumumkan rencana pemangkasan lebih dari 7.000 posisi kerja sebagai bagian dari strategi transformasi fundamental perusahaan.

Langkah signifikan ini diambil seiring dengan masifnya integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perusahaan guna mendongkrak efisiensi di sektor keuangan. Keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam manajemen sumber daya manusia di industri perbankan global.

Manajemen Standard Chartered menggarisbawahi bahwa integrasi AI berperan sebagai penggerak utama untuk meningkatkan efisiensi operasional bank. Hal ini dinilai sangat krusial untuk menjaga profitabilitas dan daya saing di tengah ketatnya persaingan pasar keuangan internasional saat ini.

Dilansir dari Reuters, pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan akan mencapai sekitar 15% dari total posisi di fungsi korporasi, yang akan dieksekusi hingga tahun 2030 mendatang. Jika dihitung, angka tersebut setara dengan penghapusan lebih dari 7.000 dari total 52.000 pegawai yang saat ini mengisi divisi tersebut.

CEO Standard Chartered, Bill Winters, menekankan bahwa inisiatif ini melampaui sekadar strategi penghematan biaya operasional konvensional. Beliau menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan transformasi struktural yang mendalam.

"Ini bukan sekadar pemangkasan biaya. Dalam beberapa kasus, kami mengganti human capital bernilai rendah dengan financial capital dan investment capital yang kami tanamkan," ujar Winters tegas, dikutip Selasa (23/6/2026).

Secara keseluruhan, Standard Chartered saat ini mempekerjakan hampir 82.000 karyawan di seluruh dunia, dan penyusutan jumlah staf akan dieksekusi melalui sistem otomatisasi tingkat tinggi serta implementasi program AI. Manajemen berjanji akan memberikan opsi pelatihan ulang bagi karyawan yang terdampak restrukturisasi tersebut.

"Orang-orang yang ingin meningkatkan keterampilan (upgrade skill) dan terus melanjutkan karier akan kami beri kesempatan untuk reposisi," tambah Winters.

Peta restrukturisasi menunjukkan bahwa pusat operasional bagian belakang (back-office), termasuk yang berada di Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa, akan menjadi area paling terdampak oleh gelombang pemangkasan ini. AI diproyeksikan menjadi fasilitator utama dalam merombak total sistem inti perbankan milik Standard Chartered.