TREN.BISNISMARKET.COM - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini melaksanakan kunjungan akademik ke Tiongkok untuk memberikan wawasan mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Kunjungan tersebut diwujudkan melalui sebuah kuliah umum yang diselenggarakan di Nankai University, Tianjin, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk berbagi capaian dan prospek ekonomi nasional di forum internasional. Purbaya menyampaikan materi ilmiahnya di hadapan para tokoh penting universitas serta ratusan mahasiswa yang hadir.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Nankai University, Chen Yulu, Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, serta Profesor Xingmin Li. Mereka menyaksikan langsung pemaparan mengenai fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam pidatonya, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi prima. Kinerja positif ini didukung oleh manajemen fiskal negara yang dinilai sangat sehat dan prudent.

"Mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi prima, ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sangat sehat, prudent, dan terjaga, dengan defisit anggaran yang konsisten berada di bawah amanat undang-undang sebesar 3%," tegas beliau.

Purbaya menjelaskan bahwa performa domestik Indonesia semakin menonjol di tengah situasi pasar global yang mulai menunjukkan stabilitas. Indikator volatilitas mulai mereda, dan sentimen risiko secara umum menunjukkan perbaikan signifikan.

Bukti nyata ketangguhan ekonomi Indonesia tercermin dari hasil pertumbuhan yang dicapai pada Kuartal I tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai angka 5,61% secara tahunan atau year-on-year.

Angka pertumbuhan tersebut menempatkan Republik Indonesia pada posisi yang lebih unggul. Hal ini karena performa tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan yang dicapai oleh negara-negara anggota G20 maupun kawasan ASEAN.

Saat ini, pemerintah juga sedang gencar mengakselerasi transformasi struktural di berbagai sektor kunci. Fokus utama pemerintah adalah pada hilirisasi dan industrialisasi sebagai mesin penggerak ekonomi masa depan.