TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan terakhir. Secara persentase, saham perbankan raksasa ini anjlok sebesar 3,19% dari posisi penutupan sebelumnya.

Penurunan harga ini tentu menarik perhatian para investor yang memegang saham BBCA di pasar modal domestik. Meskipun terjadi koreksi harga yang cukup tajam, pandangan analis terhadap prospek fundamental emiten ini tetap positif.

Pihak Maybank Sekuritas, sebagai salah satu lembaga sekuritas terkemuka, memberikan pandangan yang konstruktif terhadap kondisi saham BBCA saat ini. Mereka secara tegas merekomendasikan investor untuk tetap memegang saham tersebut.

Rekomendasi yang diberikan oleh Maybank Sekuritas adalah 'beli' (buy) untuk saham BBCA. Analis melihat adanya potensi penguatan harga di masa mendatang yang signifikan dibandingkan dengan harga koreksi saat ini.

Lebih lanjut, Maybank Sekuritas menetapkan target harga yang cukup ambisius untuk saham BBCA ke depan. Target harga tersebut diproyeksikan mencapai Rp 8.800 per lembar saham.

Kekuatan utama yang mendasari optimisme analis ini terletak pada fundamental internal bank tersebut. Kekuatan fundamental BBCA bersumber dari posisi pendanaan yang sangat kompetitif.

"Kekuatan BBCA pada pendanaan murah," merupakan poin utama yang diangkat oleh analis dalam penilaian mereka terhadap prospek saham ini. Ini mengacu pada kemampuan bank dalam menghimpun dana pihak ketiga dengan biaya yang rendah.

Dikutip dari analisis tersebut, meskipun terjadi fluktuasi harga di bursa, fundamental BBCA yang didukung oleh dana murah menjadikannya masih merupakan bank terkuat di sektor perbankan Indonesia.

Kondisi pendanaan yang efisien ini memberikan margin keuntungan yang lebih tebal bagi BBCA, terlepas dari dinamika pasar saham harian yang terjadi. Hal ini menjadi penopang utama rekomendasi 'buy' tersebut.