TREN.BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan tanggapan resmi mengenai rencana pembelian kembali (buyback) saham yang akan dilakukan oleh bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Respons ini muncul sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar modal domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyoroti pentingnya koordinasi yang terjalin antara regulator dan emiten BUMN. Koordinasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat kepercayaan investor di tengah fluktuasi pasar.
"Koordinasi dan dukungan yang dilakukan menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar yang terjadi," ujar Hasan Fawzi.
Menurut OJK, banyak perusahaan terbuka (emiten) di Indonesia memiliki fundamental yang solid, didukung oleh kinerja operasional yang baik dan posisi keuangan yang sehat. Prospek usaha emiten-emiten ini juga dinilai tetap positif oleh regulator.
Hasan Fawzi menjelaskan bahwa dalam kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan, penilaian investor sangat bergantung pada informasi yang kredibel dan kondisi fundamental perusahaan.
"Dalam kondisi pasar yang mengalami tekanan saat ini, investor tentunya akan melakukan penilaian berdasarkan informasi yang terpercaya, kondisi fundamental, dan valuasi harga saham saat ini," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (10/6/2026).
OJK menyatakan menghormati setiap langkah korporasi yang diambil oleh emiten, asalkan semua inisiatif tersebut telah sesuai dengan kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk pelaksanaan buyback saham.
OJK memandang aksi buyback sebagai salah satu instrumen strategis yang dapat dimanfaatkan oleh emiten. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal perusahaan.
"Pada prinsipnya, buyback dapat menjadi salah satu instrumen yang digunakan emiten untuk menunjukkan keyakinan terhadap prospek perusahaan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal," sebut Hasan Fawzi.