TREN.BISNISMARKET.COM - Operator seluler besar di Inggris, Virgin Media O2, telah mengumumkan rencana strategis untuk menghentikan operasional jaringan seluler 2G yang telah melayani publik selama lebih dari tiga dekade. Langkah ini sejalan dengan tren global untuk memodernisasi infrastruktur telekomunikasi menuju standar konektivitas yang lebih mutakhir.
Keputusan ini merupakan bagian integral dari Mobile Transformation Plan perusahaan, yang bertujuan untuk mengalihkan seluruh sumber daya dan investasi ke jaringan generasi terbaru. Proses pematian layanan 2G ini dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada awal musim panas tahun 2029.
Sebelumnya, perusahaan telah berhasil menyelesaikan proses penghentian layanan jaringan 3G yang rampung pada akhir tahun 2025, setelah melalui berbagai tahapan uji coba yang ketat. Penghentian 2G ini menegaskan komitmen mereka untuk sepenuhnya fokus pada teknologi 4G dan 5G yang dinilai lebih efisien dan andal.
Langkah ini diambil karena jaringan 2G saat ini hanya menangani kurang dari 0,5% dari total lalu lintas data yang melewati jaringan Virgin Media O2. Selain itu, layanan lama ini juga sudah tidak lagi digunakan untuk kebutuhan roaming data internasional oleh para pelanggannya.
Meskipun kontribusinya terhadap lalu lintas data sangat minim, jaringan 2G diketahui masih mengonsumsi lebih dari 10% dari total energi yang dibutuhkan oleh seluruh lokasi Base Transceiver Station (BTS) milik perusahaan. Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan signifikan antara penggunaan dan konsumsi sumber daya.
Virgin Media O2 berkomitmen penuh untuk mendukung pelanggan mereka selama masa transisi menuju jaringan yang lebih modern. Perusahaan akan memberikan bantuan bagi pelanggan yang memerlukan peningkatan perangkat agar dapat tetap terhubung dengan baik.
Perusahaan juga akan secara proaktif menghubungi pelanggan yang masih mengandalkan perangkat lama jauh sebelum layanan 2G dimatikan. Hal ini bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi pengguna untuk mempersiapkan diri dan melakukan migrasi perangkat jika diperlukan.
Chief Technology Officer Virgin Media O2, Jeanie York, menjelaskan bahwa penghentian 2G memungkinkan perusahaan memusatkan investasi pada jaringan yang superior. "Kami menginvestasikan 700 juta euro tahun ini untuk mentransformasi jaringan seluler kami dan memastikan jaringan tersebut mampu mengikuti pertumbuhan permintaan konsumen," ujar York, dikutip dari The Sun, Kamis (2/7/2026).
York juga menekankan kembali fokus utama dari kebijakan penutupan jaringan lama ini. "Saat kami melihat ke masa depan, kami akan mematikan jaringan 2G lama agar dapat lebih fokus menyediakan layanan seluler 4G dan 5G yang andal dan efisien bagi seluruh pelanggan, sesuai harapan mereka," katanya.