TREN.BISNISMARKET.COM - Kenaikan adopsi motor listrik di Indonesia mendorong kebutuhan akan pemahaman perawatan yang tepat, terutama pada komponen utamanya, yaitu baterai. Perawatan yang konsisten menjadi kunci utama untuk menjaga efisiensi daya dan memperpanjang usia pakai baterai kendaraan listrik.

Motor listrik memiliki karakteristik operasional yang berbeda signifikan dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin. Oleh karena itu, pola berkendara serta metode perawatan yang diterapkan sangat memengaruhi performa kendaraan sehari-hari.

Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, memberikan panduan mengenai karakter spesifik motor listrik Honda. Hal ini penting dipahami pengguna untuk mengoptimalkan kinerja motor mereka.

Dilansir dari Otorider, Wahyu Budhi menjelaskan bahwa motor listrik Honda dirancang dengan responsivitas tarikan yang halus. Oleh karena itu, pengguna perlu menyesuaikan cara membuka tuas gas agar lebih efisien dan nyaman.

"Sepeda motor listrik Honda memiliki karakter tarikan yang halus dan responsif. Karena itu, pengguna disarankan membuka tuas gas secara bertahap dan memperhatikan pola berkendara tetap stabil agar penggunaan daya baterai lebih efisien dan perjalanan terasa nyaman," ujar Wahyu Budhi.

Untuk mencapai efisiensi energi baterai yang lebih baik, pengguna dianjurkan untuk secara perlahan membuka tuas gas saat memulai perjalanan atau akselerasi. Kebiasaan menarik gas secara spontan harus dihindari karena dapat menguras daya lebih cepat.

Pola berkendara yang stabil, termasuk menjaga kecepatan secara konstan, sangat dianjurkan untuk pengendalian konsumsi daya yang lebih baik. Akselerasi mendadak dan pengereman keras dapat mempercepat penurunan daya baterai secara signifikan.

Salah satu aspek krusial dalam perawatan baterai adalah menjaga tingkat pengisian dayanya. Pengguna disarankan untuk tidak membiarkan baterai terkuras hingga nol persen terlalu sering karena dapat merusak siklus hidup baterai.

Idealnya, kapasitas baterai motor listrik harus dipertahankan berada di antara rentang 20 persen hingga 80 persen. Pengisian daya sebaiknya dilakukan sebelum baterai benar-benar habis untuk menjaga kesehatan jangka panjang baterai.