TREN.BISNISMARKET.COM - Asosiasi Produsen Listrik Tenaga Surya Indonesia (APAMSI) menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai kondisi industri panel surya dalam negeri yang belum mampu mendominasi pasar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) nasional. Data menunjukkan bahwa produk lokal masih memegang porsi yang sangat kecil dalam memenuhi kebutuhan energi terbarukan di Indonesia.
Faktanya, produk panel surya buatan dalam negeri saat ini hanya mampu menguasai kurang dari 13% dari total keseluruhan pasar PLTS di Indonesia. Angka ini mengindikasikan bahwa mayoritas kebutuhan komponen utama PLTS masih dipenuhi oleh produk-produk impor.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri karena berpotensi menghambat pengembangan ekosistem energi terbarukan yang mandiri di tanah air. APAMSI menilai perlu adanya intervensi kebijakan yang lebih kuat dari pemerintah pusat.
Tujuan utama dari desakan ini adalah agar industri panel surya lokal dapat memperoleh ruang tumbuh yang lebih signifikan dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk menciptakan rantai pasok energi yang lebih stabil dan berdaya saing di masa depan.
Pihak APAMSI secara eksplisit menggarisbawahi perlunya dukungan kebijakan yang terarah guna mendorong pertumbuhan kapasitas produksi dan inovasi di sektor ini. Dukungan tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan persaingan dengan produk asing yang lebih dominan.
Oleh karena itu, asosiasi tersebut mendesak pemerintah untuk segera merumuskan langkah strategis yang dapat memperkuat posisi produsen panel surya nasional. Langkah ini merupakan kunci untuk membangun ekosistem energi terbarukan yang benar-benar berkelanjutan di Indonesia.
"Industri panel surya dalam negeri memerlukan dukungan kebijakan agar dapat tumbuh lebih besar dan membangun ekosistem berkelanjutan," ujar perwakilan APAMSI dalam pernyataannya baru-baru ini. Pernyataan ini menekankan perlunya intervensi regulasi yang efektif.
Dikutip dari berbagai sumber, rendahnya pangsa pasar ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi manufaktur lokal dalam hal skala ekonomi dan daya saing harga dibandingkan produk yang masuk dari luar negeri. Pemerintah diharapkan dapat segera merespons kebutuhan ini.