TREN.BISNISMARKET.COM - Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kawasan urban kini telah bertransformasi dari sekadar elemen estetika menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat perkotaan. RTH memiliki peran krusial dalam membantu mengatasi dampak peningkatan suhu kota, mengurangi polusi udara, serta mengakomodasi padatnya aktivitas penduduk.

Peran strategis RTH ini juga telah ditegaskan oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, yang menekankan fungsinya dalam penyerapan polusi, pengendalian suhu, dan peningkatan kesehatan publik. Dikutip dari Medcom, momentum Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April menjadi pengingat kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kesadaran lingkungan juga digaungkan dalam peringatan Hari Bumi di Gunung Padang pada 22 April lalu, di mana Wakil Sekjen WALUBI, Asun Gotama, mengingatkan pentingnya kesadaran dalam merawat alam. Beliau menyampaikan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari laku spiritual yang lahir dari kesadaran manusia yang tidak serakah dan penuh welas asih.

Lebih lanjut, WALHI turut menyoroti peran publik dalam pemulihan lingkungan melalui publikasi laporan Outlook 2026 yang berjudul "Membayar Mahal Ambisi Pertumbuhan". Hal ini menggarisbawahi urgensi tindakan nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini.

Menanggapi kebutuhan mendesak akan lingkungan yang lebih sehat, pengembang properti mulai mengadopsi konsep kota hijau secara nyata, termasuk yang diterapkan oleh Paramount Land di kawasan hunian terpadu Paramount Petals Connected Living, yang berlokasi di wilayah Barat Jakarta.

Kawasan mandiri ini mengimplementasikan pendekatan berbasis lingkungan dengan menyediakan ruang terbuka hijau secara berlapis dan terintegrasi. Area hijau ini dirancang mulai dari boulevard utama, koridor di dalam kawasan, hingga taman komunal yang dapat diakses oleh semua penghuni.

Direktur Design dan Planning Paramount Petals, Henry Napitupulu, menjelaskan bahwa pemilihan vegetasi di kawasan tersebut dirancang untuk menghasilkan dampak ekologis yang signifikan. Menurutnya, "Vegetasi tidak sekadar menjadi elemen estetika, tetapi berfungsi sebagai green buffer alami untuk menyerap polusi udara, meredam panas, dan menciptakan mikroklimat yang lebih nyaman," jelas Henry Napitupulu.

Selain integrasi vegetasi, kawasan ini juga dilengkapi dengan ruang terbuka publik yang dirancang ramah bagi pejalan kaki. Fasilitas ini bertujuan untuk mendorong gaya hidup aktif penghuninya sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan kendaraan bermotor.

Komitmen Paramount Petals terhadap pembangunan berkelanjutan ini telah membuahkan hasil berupa pengakuan dari berbagai institusi. Kawasan ini berhasil meraih penghargaan bergengsi seperti Best Masterplan Indonesia pada International Property Awards 2025 dan Best Township (Region Tangerang & Surrounding) pada Golden Property Awards 2025.