TREN.BISNISMARKET.COM - Pertamina Patra Niaga terus berupaya meningkatkan produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis B50. Produk ini merupakan hasil pencampuran minyak kelapa sawit dengan minyak solar.
Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan energi terbarukan. Produksi B50 yang meningkat diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
Dua kilang Pertamina Patra Niaga kini telah ditugaskan untuk menggenjot produksi B50. Keduanya akan memasok total 12.830 kiloliter bahan bakar ramah lingkungan ini.
Pasokan tersebut akan didistribusikan ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.
Peningkatan produksi B50 ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
B50 sendiri merupakan bahan bakar yang menggabungkan 50% minyak kelapa sawit, yang merupakan sumber daya alam terbarukan Indonesia, dengan 50% minyak solar.
"Pertamina Patra Niaga menggenjot peningkatan produksi B50, produk BBM yang memadukan 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak solar," demikian bunyi keterangan yang dikutip dari sumber berita asli.
Hal ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam mengimplementasikan mandat energi terbarukan.
Peningkatan pasokan B50 ke SPBU ini diharapkan dapat mempercepat adopsi bahan bakar nabati oleh masyarakat.