- TREN.BISNISMARKET.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa gagasan mendirikan Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih telah mengakar kuat dalam pikirannya selama beberapa dekade, bahkan sejak ia masih bertugas aktif sebagai seorang prajurit TNI.
Ide ini mengemuka saat Prabowo menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Arena pada hari Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo mengenang masa-masa ketika ia ditugaskan di berbagai pelosok desa dan pegunungan, terkadang hingga berbulan-bulan. Pengalaman langsung ini memberinya gambaran tentang kondisi masyarakat pedesaan.
"Saya menyaksikan ada rakyat yang kelaparan. Namun, tidak bisa berbuat banyak karena stok makanan terbatas untuk kompinya," ujar Prabowo, menceritakan pengalamannya di masa lalu.
Dari pengamatan tersebut, tumbuh kesadaran mendalam bahwa Indonesia seharusnya mampu menjaga kekayaan yang dimiliki oleh desa-desa. Hal ini menjadi pondasi bagi pemikiran ke depan.
"Indonesia merdeka, kekuatan perang kita ada di desa-desa. Tetapi kita juga ingin menjadi negara industri. Untuk itu saya yakin untuk menjaga kekuatan di bawah satu-satunya jalan adalah koperasi," tutur Prabowo, menegaskan pentingnya koperasi sebagai solusi.
Prabowo juga berbagi cerita mengenai upayanya untuk membangun gerakan koperasi di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa (INKUD).
"Tapi saya sadar waktu saya mulai bikin koperasi ternyata kalau tidak punya wewenang, kalau tidak punya kekuasaan, sangat lambat," jelas Prabowo mengenai tantangan awal dalam pengembangan koperasi.
Ia menambahkan, "Sangat lambat. Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana."