TREN.BISNISMARKET.COM - PT Angkasa Pura Indonesia, yang beroperasi sebagai InJourney Airports, tengah gencar melakukan pembenahan menyeluruh pada seluruh fasilitas dan terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mencapai target ambisius masuk dalam daftar 10 besar bandara terbaik dunia pada tahun 2029.

Transformasi bandara ini, menurut Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi, telah dimulai sejak tahun 2024. Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan peringkat Bandara Soekarno-Hatta dalam survei bandara terbaik dunia yang dirilis oleh Skytrax dalam tiga tahun terakhir.

"Pada 2026, program transformasi berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A untuk pelayanan lebih baik, fasilitas lebih lengkap, serta kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak dari saat ini 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun," ujar Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu, 12 Juli 2026.

Sejauh ini, transformasi yang telah dilaksanakan berlandaskan pada tiga pilar utama: Premises (infrastruktur bandara yang berorientasi pelayanan), People (layanan staf bandara yang berkelas dunia), dan Process (operasional bandara yang berbasis ekosistem), dengan teknologi sebagai fungsi pendukung.

Realisasi konkret dari transformasi ini dapat dilihat dari peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F oleh Presiden RI pada tahun 2025. Selain itu, Terminal 1C juga telah dibuka kembali pada tahun yang sama setelah revitalisasi selesai, dan program beautifikasi berhasil mengantarkan Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 dari Skytrax.

"Sejatinya transformasi bandara sudah berlangsung sejak 2024," ungkap Mohammad R. Pahlevi.

Secara paralel, transformasi di Terminal 3 terus berlanjut dengan fokus pada beautifikasi fasad tenant di area komersial, penataan ulang tempat duduk di area boarding gate, serta perbaikan interior di area check-in dan seluruh fasilitas umum lainnya.

"Pada 2024, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi 28, kemudian pada 2025 naik ke posisi 25, dan pada 2026 di posisi 22," tambah Mohammad R. Pahlevi.

Mohammad R. Pahlevi juga menjelaskan bahwa kini transformasi Bandara Soekarno-Hatta dipercepat melalui tiga program peningkatan pengalaman pengguna jasa bandara (airport experience) untuk mendukung pencapaian target 10 besar dunia. Ketiga program tersebut adalah Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up.