TREN.BISNISMARKET.COM - Permintaan bus di pasar domestik menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 10% pada semester I tahun 2026. Angka ini menjadi indikasi awal pemulihan sektor transportasi darat pasca berbagai tantangan.

Kenaikan permintaan tersebut terutama ditopang oleh dua segmen utama, yaitu bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus kota. Kedua kategori ini menjadi motor penggerak utama dalam membukukan pertumbuhan positif tersebut.

Meskipun demikian, pencapaian pada semester I 2026 ini belum mampu menyamai atau melampaui level permintaan yang tercatat pada periode yang sama di tahun 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor ini masih dalam proses pemulihan bertahap.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pertumbuhan ini merupakan langkah awal yang baik bagi industri bus nasional. Adanya peningkatan permintaan menjadi sinyal optimisme bagi para pelaku usaha di sektor ini.

"Kami melihat ada peningkatan permintaan yang cukup signifikan di semester I tahun 2026, sekitar 10%," ujar Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Otobus Indonesia (APOINDO), Haryanto, dalam pernyataannya.

Beliau menambahkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas masyarakat yang mulai kembali normal dan kebutuhan mobilitas yang meningkat. Hal ini menjadi angin segar bagi kelangsungan bisnis jasa transportasi bus.

"Segmen AKAP dan bus kota menjadi penopang utama dalam kenaikan permintaan ini, menunjukkan adanya pergerakan penumpang yang cukup baik," tambah Haryanto.

Namun, Haryanto menegaskan bahwa pencapaian ini masih belum sepenuhnya pulih ke level sebelum kondisi yang kurang menguntungkan. "Meskipun ada kenaikan, angka tersebut belum kembali ke level yang kita capai di semester I 2024," jelasnya.

Menurut Haryanto, situasi ini menuntut pelaku industri untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pola mobilitas masyarakat. Strategi yang tepat sangat diperlukan untuk mempertahankan momentum positif ini.