TREN.BISNISMARKET.COM - Proyeksi nilai tukar Rupiah yang lebih kuat menjadi sorotan utama yang diungkapkan oleh Bank Indonesia (BI) baru-baru ini. Gubernur BI, Perry Warjiyo, memaparkan keyakinan bahwa pergerakan mata uang Garuda akan berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun anggaran 2027.
Penjelasan ini termuat dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027, yang menegaskan target penguatan Rupiah di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Target ini didasarkan pada analisis fundamental yang komprehensif mengenai kondisi domestik dan global.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/6/2026), Perry Warjiyo membeberkan lima pilar utama yang mendukung optimisme tersebut. Pilar pertama adalah ekspektasi perbaikan signifikan pada kondisi ekonomi global.
"Dan karenanya mendorong portofolio yang sekarang baik, neraca pembayaran yang tetap sehat dan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Demikian pula imbal hasil yang investasi di Indonesia yang tetap menarik dan pasar keuangan yang berkembang," ungkap Perry Warjiyo dalam paparannya.
Pilar kedua penguatan Rupiah bersumber dari kebijakan domestik yang baru diluncurkan pemerintah. Kebijakan ini mencakup regulasi terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) serta penerapan sistem satu pintu untuk ekspor komoditas melalui PT Danatara Sumberdaya Indonesia (DSI).
"Kebijakan-kebijakan ini kami yakini besar dan tidak hanya mempengaruhi penerimaan negara, yakni pembiayaan untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi juga meningkatkan cadangan devisa," tambah Perry Warjiyo.
Selain itu, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Upaya ini mencakup menjaga kecukupan devisa serta memastikan eksekusi transaksi forward berjalan lancar baik di dalam maupun luar negeri.
Koordinasi erat dengan pemerintah juga menjadi kunci, terutama dalam memastikan tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik. Hal ini bertujuan untuk mendorong masuknya aliran modal asing secara berkelanjutan ke pasar keuangan Indonesia.
Langkah teknis lainnya adalah perluasan instrumen dan transaksi di pasar valuta asing domestik, sekaligus menjamin ketersediaan valuta asing yang cukup di sektor perbankan dan kecukupan cadangan devisa negara.