TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar perangkat wearable pintar kembali kedatangan amunisi baru setelah Realme resmi memperkenalkan Realme Watch S5 di panggung komersial global pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Peluncuran ini membawa pembaruan signifikan pada sektor tampilan dan performa daya tahan baterai.
Perangkat smartwatch terbaru ini diprediksi akan segera menyapa pasar Indonesia dalam waktu dekat, mengingat jejaknya yang sudah terdeteksi sebelumnya. Berdasarkan penelusuran, Realme Watch S5 telah berhasil mengantongi kelulusan sertifikasi Postel Komdigi sejak kuartal pertama tahun 2026.
Kehadiran jam tangan pintar ini juga sejalan dengan terdeteksinya ponsel Realme 16T pada laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem produk Realme di Indonesia akan segera bertambah lengkap.
Dari segi desain, jam tangan pintar ini menawarkan opsi gaya modis melalui varian warna Rock Grey dan Sand White. Perangkat ini dirancang agar nyaman dikenakan sepanjang hari, dengan bobot yang terbilang ringan, yakni hanya 49,63 gram.
Daya tarik visual utama dari Realme Watch S5 terletak pada layar bundar AMOLED berukuran 1,43 inci yang disematkannya. Layar premium ini didukung resolusi tajam mencapai 466x466 piksel, menjanjikan tampilan yang detail.
Informasi mengenai kualitas visual diperkuat oleh data yang menyebutkan spesifikasi layarnya sangat mumpuni untuk penggunaan luar ruangan. "Panel layar ini didukung oleh tingkat kecerahan puncak mencapai 1.000 nits dan refresh rate 60Hz," Dikutip dari NDTV.
Ketahanan fisik perangkat ini juga menjadi perhatian utama produsen, terlihat dari penggunaan material paduan aluminium yang elegan pada bodinya. Untuk perlindungan ekstra pada bagian depan, disematkan lapisan kaca pelindung tipe Panda Glass guna meminimalkan risiko goresan saat beraktivitas.
Bagi para penggemar kebugaran, Realme Watch S5 siap menjadi asisten olahraga yang andal, menyediakan lebih dari 110 mode latihan yang bervariasi. Akurasi pelacakan rute olahraga luar ruangan juga ditingkatkan berkat integrasi GPS independen dengan lima sistem navigasi satelit (GNSS).
Fitur kesehatan terpadu memastikan pemantauan kondisi tubuh pengguna berjalan secara berkala dan komprehensif. Sensor tersemat mampu melacak detak jantung 24 jam penuh, mengukur saturasi oksigen darah (SpO2), serta memantau tingkat stres dan siklus kesehatan perempuan.