TREN.BISNISMARKET.COM - What (Apa yang terjadi):

Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari Kamis, 11 Juni 2026. Mata uang Garuda tersebut harus mengakui dominasi dolar Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya berhasil menguat selama dua hari berturut-turut.

When (Kapan):

Pelemahan ini terjadi pada penutupan perdagangan hari Kamis, 11 Juni 2026. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda berakhir pada posisi Rp17.980 per dolar AS, menandai koreksi sebesar 0,17% dari penutupan sebelumnya.

Where (Di mana):

Pergerakan nilai tukar ini diamati dalam aktivitas perdagangan di pasar keuangan domestik Indonesia, seiring dengan pergerakan indeks dolar AS (DXY) di pasar global. Pada pukul 15.00 WIB, indeks DXY tercatat menguat tipis 0,03% ke level 99,979.

How (Bagaimana prosesnya):

Sepanjang hari perdagangan, rupiah sempat menunjukkan performa positif dengan mengawali sesi penguatan sebesar 0,14% hingga menyentuh level Rp17.925 per dolar AS. Namun, tekanan jual kembali meningkat, menyebabkan rupiah berbalik melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi.

Why (Mengapa terjadi):