TREN.BISNISMARKET.COM - Aktivitas sektor manufaktur di Indonesia dilaporkan mengalami kontraksi selama bulan Juni 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri yang berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menyikapi perlambatan tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) angkat bicara mengenai langkah strategis yang perlu segera diambil oleh pemerintah pusat. Mereka menyoroti pentingnya akselerasi dalam proses perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
HKI secara spesifik mendesak adanya percepatan dalam penerbitan izin-izin KEK yang selama ini dinilai masih memakan waktu cukup panjang. Percepatan ini diharapkan dapat menjadi magnet kuat untuk menarik masuknya investasi domestik maupun asing.
Tujuan utama dari desakan ini adalah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan kompetitif di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Investasi baru merupakan kunci untuk menggerakkan kembali roda industri manufaktur.
"Pemerintah perlu segera mempercepat proses perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar dapat segera menarik investasi masuk," ujar perwakilan HKI, merujuk pada situasi perlambatan manufaktur saat ini.
Percepatan penerbitan izin KEK ini dipandang sebagai instrumen kebijakan fiskal dan non-fiskal yang efektif untuk mendorong penanaman modal jangka panjang. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas sektor riil.
Diharapkan, dengan adanya kepastian hukum dan kemudahan administrasi melalui KEK yang dipercepat, investor akan lebih percaya diri untuk merealisasikan rencana ekspansi bisnis mereka di Indonesia. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi nasional.
Langkah proaktif dari pemerintah dalam memangkas birokrasi perizinan KEK dinilai krusial dalam jangka pendek. Hal ini menjadi solusi praktis untuk menanggulangi dampak negatif dari kontraksi yang teramati pada data Juni 2026.
Dilansir dari sumber berita, desakan HKI ini merupakan respons langsung terhadap indikator melemahnya kinerja manufaktur yang tercatat pada pertengahan tahun 2026. Mereka berharap pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi ini.