TREN.BISNISMARKET.COM - Tren pelemahan nilai tukar Rupiah belakangan ini dilaporkan memicu pergeseran signifikan dalam komposisi dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional, khususnya pada simpanan Rupiah. Namun, berbeda dengan gambaran umum industri, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) justru berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen simpanan mata uang domestik tersebut.
Pertumbuhan DPK yang dicapai CIMB Niaga ini menjadi sorotan utama mengingat adanya tekanan makroekonomi yang umumnya mendorong nasabah beralih ke mata uang asing (valas) untuk menjaga nilai aset mereka. Fakta ini menunjukkan adanya strategi pengelolaan dana yang efektif diterapkan oleh bank tersebut.
Pertanyaan utama yang muncul adalah bagaimana CIMB Niaga mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan basis simpanan Rupiah mereka di tengah ketidakpastian kurs yang terjadi belakangan ini. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan nasabah terhadap stabilitas bank tetap tinggi.
Keberhasilan ini terlihat jelas dalam data terkini yang menunjukkan bahwa pertumbuhan dana nasabah di CIMB Niaga masih didominasi oleh denominasi Rupiah. Kondisi ini kontras dengan tren industri di mana bank lain menghadapi tantangan dalam mempertahankan simpanan domestik mereka.
Mengenai kinerja ini, Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, memberikan pandangan mengenai strategi yang mereka terapkan. Beliau menekankan bahwa fokus bank adalah pada penguatan fundamental dan layanan yang relevan bagi nasabah.
"Kami melihat pertumbuhan dana pihak ketiga yang tetap positif, dan yang menggembirakan adalah dominasi dana dalam mata uang Rupiah masih sangat kuat," ujar Lani Darmawan.
CIMB Niaga dilaporkan menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan loyalitas nasabah ritel dan korporasi dalam menyimpan dananya di Rupiah. Salah satu upaya tersebut adalah optimalisasi produk tabungan dan giro yang menawarkan nilai tambah kompetitif.
Strategi ini juga didukung oleh upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan digital yang memudahkan nasabah bertransaksi dan mengelola keuangan mereka sehari-hari tanpa perlu khawatir terhadap fluktuasi kurs. Hal ini menunjukkan bagaimana inovasi layanan menjadi kunci ketahanan.
Dikutip dari pernyataan Lani Darmawan, bank tersebut meyakini bahwa kepercayaan nasabah dibangun melalui konsistensi layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. "Hal ini membuktikan bahwa strategi kami untuk fokus pada nasabah domestik dan peningkatan layanan digital berjalan sesuai rencana," kata Lani Darmawan.