TREN.BISNISMARKET.COM - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tengah mengimplementasikan langkah strategis guna mengatasi tantangan industri semen nasional, terutama isu kelebihan kapasitas dan stagnasi pertumbuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perusahaan mencapai target ambisius di masa mendatang.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa transformasi bisnis perusahaan berfokus pada tiga pilar utama yang dirancang untuk memperkuat posisi pasar sekaligus meningkatkan keberlanjutan operasional. Strategi ini mencakup peningkatan penjualan di segmen ritel, efisiensi biaya produksi, serta pengembangan lini bisnis di luar semen konvensional.

Salah satu inovasi penting yang menjadi sorotan adalah pengembangan produk semen hijau atau green cement yang memiliki jejak emisi karbon lebih rendah. Produk ramah lingkungan ini memanfaatkan material substitusi alami hingga mencapai 38% dari komposisi bahan bakunya.

Inovasi semen hijau ini diposisikan SIG untuk menjadi "pemain pengubah permainan" (game changer) dalam industri yang bergerak menuju praktik hijau dan mendukung pembangunan berkelanjutan secara global. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap standar lingkungan yang lebih ketat.

Keberhasilan produk semen hijau ini juga terlihat dari penetrasi pasar ekspor, di mana produk tersebut telah berhasil masuk ke pasar Reunion Island. Produk tersebut juga telah mengantongi sertifikat CE (Conformité Européenne), yang membuktikan pemenuhan standar keselamatan dan keamanan lingkungan Uni Eropa.

"Langkah ini diharapkan bisa membawa SIG sebagai 'game changer' dalam industri hijau dan mendukung pembangunan berkelanjutan," ungkap Indrieffouny Indra mengenai dampak strategis semen hijau bagi perusahaan dan lingkungan.

Inovasi semen hijau ini ditargetkan tidak hanya memperkuat citra keberlanjutan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi SIG, dengan potensi kontribusi hingga mencapai 49% sekaligus meningkatkan efisiensi energi perusahaan.

Selain fokus pada produk inovatif, SIG secara paralel memastikan penerapan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) secara menyeluruh dalam operasionalnya. Salah satu wujud konkret dari komitmen ESG ini adalah target pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) bagi 9,8 Juta Jiwa pada tahun 2025.

Program CSR tersebut mencakup berbagai sektor vital, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pelestarian budaya, hingga pembangunan infrastruktur dasar.