TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan ritel multinasional Target mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat tulang punggung operasional mereka dengan menunjuk pemimpin baru di divisi rantai pasok. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya Target untuk menghadapi dinamika pasar ritel yang semakin kompetitif di Amerika Serikat.

Jeff England dijadwalkan resmi menduduki posisi Chief Supply Chain Officer (CSCO) baru Target pada akhir bulan Mei 2026. Kehadiran England diharapkan membawa perspektif segar dan keahlian mendalam dalam pengelolaan logistik dan distribusi barang.

England akan mengambil alih tanggung jawab yang sebelumnya diemban oleh Gretchen McCarthy, yang telah memimpin divisi supply chain Target selama periode sebelumnya. Penggantian pucuk pimpinan ini menjadi penanda dimulainya babak baru transformasi internal perusahaan.

Sebelum bergabung dengan Target, Jeff England dikenal memiliki rekam jejak mentereng, terutama saat menjabat sebagai CSCO di QXO, perusahaan yang bergerak sebagai pemasok bahan bangunan di Amerika Serikat. Pengalaman ini membekalinya pemahaman komprehensif mengenai kompleksitas logistik industri.

Namun, akar karier profesional England sebagian besar dibangun di Walmart, tempat ia mengabdi selama hampir dua dekade, dari tahun 2004 hingga 2022. Selama periode tersebut, ia dipercaya menduduki berbagai posisi penting, termasuk Senior Vice President untuk divisi rantai pasok.

Pengalaman panjang di perusahaan ritel terbesar di dunia itu telah membentuk keahlian England dalam pengelolaan distribusi, operasional gudang yang efisien, hingga pengembangan sistem logistik berbasis teknologi mutakhir. Keahlian ini menjadi aset krusial bagi Target saat ini.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Target pada Rabu (19/5/2026), Jeff England menyoroti peran sentral teknologi dalam membentuk masa depan rantai pasok yang modern. Ia menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama efisiensi.

"Target memiliki peluang besar untuk mempercepat distribusi barang dan meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan AI dan otomatisasi," ujar Jeff England, menekankan pentingnya adopsi teknologi baru dalam operasional perusahaan.

England menambahkan bahwa implementasi teknologi tersebut akan sangat membantu dalam mempercepat tugas-tugas yang bersifat manual dan repetitif, sehingga memungkinkan tim operasional untuk lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis.