TREN.BISNISMARKET.COM - Perjalanan panjang Mazda di Indonesia sejak tahun 1960-an kini mencapai babak baru yang signifikan. Perusahaan otomotif asal Jepang ini secara resmi mengoperasikan pabrik perakitan perdananya di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 29 Juli.
Kehadiran pabrik ini menandai perubahan fundamental bagi PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), yang sebelumnya sangat bergantung pada skema impor kendaraan utuh. Kini, fasilitas manufaktur tersebut akan menjadi pusat perakitan lokal pertama bagi Mazda di Tanah Air.
Model pertama yang akan menjalani proses perakitan di pabrik baru ini adalah Mazda CX-30. Langkah ini merupakan implementasi dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Mazda dalam membangun fasilitas produksi di Indonesia. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor Jepang terhadap prospek industri otomotif nasional.
"Setelah melalui proses pengambilan keputusan yang panjang, fasilitas ini akhirnya terwujud. Saya sangat menghargai langkah Mazda, sebagai pabrikan Jepang terakhir yang membangun pabrik di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, di Bogor.
Setia Diarta menambahkan bahwa perakitan Mazda CX-30 di dalam negeri ini merupakan langkah awal yang strategis. Ia optimis bahwa inisiatif ini akan membuka jalan bagi pengembangan bisnis Mazda yang lebih luas di masa depan.
Ricky, seorang perwakilan dari Mazda, menjelaskan bahwa strategi perusahaan saat ini adalah memulai dengan langkah kecil namun terukur. Ia meyakini bahwa pendekatan yang hati-hati ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan besar di kemudian hari.
"Mazda tidak ingin terburu-buru dalam melakukan ekspansi tanpa adanya landasan yang kokoh. Oleh karena itu, kami memilih untuk mengedepankan presisi dalam setiap tahapan produksi awal," jelas Ricky.
Investasi awal sebesar Rp 400 miliar, yang sepenuhnya ditanggung oleh Eurokars, menjadi bukti keseriusan Mazda dalam mewujudkan pabrik ini. Dana tersebut dialokasikan untuk penyempurnaan fasilitas agar memenuhi standar kualitas global Mazda.