TREN.BISNISMARKET.COM - Adira Finance melaporkan pencapaian signifikan dalam penyaluran pembiayaan khusus untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang kuartal awal tahun 2026. Angka pembiayaan ini berhasil menyentuh nominal fantastis sebesar Rp2,9 triliun per bulan April 2026.
Pertumbuhan ini mengindikasikan pemulihan dan peningkatan kepercayaan pelaku UMKM terhadap layanan pembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan multifinance tersebut. Pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam strategi ekspansi bisnis Adira di tengah dinamika ekonomi nasional.
Adira Finance tidak hanya mengejar volume pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menempatkan kualitas aset dan manajemen risiko sebagai prioritas utama. Hal ini sangat krusial mengingat sensitivitas sektor UMKM terhadap gejolak perekonomian.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah bagaimana menjaga kualitas kredit tetap prima meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam penyaluran dana. Manajemen risiko menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan di masa mendatang.
Perusahaan telah menyusun serangkaian strategi mitigasi risiko yang terstruktur untuk memastikan tingkat kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali. Strategi ini mencakup proses due diligence yang lebih ketat pada calon debitur UMKM.
Salah satu elemen penting dalam strategi tersebut adalah pendampingan berkelanjutan kepada nasabah penerima pembiayaan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan bisnis UMKM dalam mengelola kewajiban mereka.
Mengenai pencapaian ini, Adira Finance menggarisbawahi komitmennya untuk terus mendukung ekosistem UMKM nasional. Mereka melihat sektor ini sebagai tulang punggung penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
"Adira Finance mencatat pembiayaan UMKM Rp2,9 T per April 2026, tumbuh signifikan," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak manajemen Adira Finance.
Lebih lanjut, perusahaan menekankan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan upaya menjaga kesehatan neraca keuangan. Mereka memastikan bahwa setiap peningkatan portofolio diikuti dengan pengawasan ketat.